MEDIASINERGI.CO
SOPPENG – Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2026 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan dipusatkan di Taman Wisata Alam (TWA) permandian air panas Lejja Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, senin 10 Agustus 2026.
Peringatan mengusung tema “Konservasi alam untuk masa depan yang lebih baik” digelar Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulsel menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, komunitas pencinta alam, organisasi kepemudaan, pelajar serta masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi yang juga salah satu destinasi wisata unggulan Kabupaten Soppeng.
Wakil Bupati Soppeng Ir. Selle Ks Dalle menyampaikan apresiasi kepada BBKSDA Sulsel atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Soppeng sebagai tuan rumah peringatan HKAN tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Penunjukan TWA Lejja merupakan bentuk pengakuan terhadap potensi kawasan yang dikelola BUMD yakni PT Perseroda Lamataesso Mattappa sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan pariwisata yang tetap berorientasi pada pelestarian lingkungan. Pariwisata penting tetapi jauh lebih penting menjaga lingkungannya, menanam itu penting tetapi jauh lebih penting memastikan tanaman tumbuh dengan baik, tambah Selle Ks Dalle.
Kepala BBKSDA Sulsel Ir Hasnawir, S.Hut., M.Sc., Ph.D., katakan keberhasilan konservasi tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Melalui peringatan HKAN masyarakat diajak untuk terus menjaga hutan, sumber daya air serta satwa liar sebagai bagian dari tanggungjawab bersama.
Plt Direktur PT Perseroda Lanataesso Mattappa Musdar Asman menyebutkan sebagai pengelola TWA Lejja pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan fungsi konservasi tetap berjalan seiring dengan pengembangan kawasan sebagai destinasi wisata alam. TWA Lejja memiliki luas 1.318 ha merupakan kawasan konservasi dengan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna.
Rangkaian kegiatan diawali perkemahan konservasi yang melibatkan berbagai komunitas pencinta alam, Sispala, komunitas pejalan, organiasi kepemudaan hingga konten kreator. Puncak peringatan juga ditandai gerakan pemulihan ekosistem serentak, aksi bersih bersih dan penanaman pohon.
Hadir dalam acara tersebut Forkopimda, H Nurdin Abdullah, Kepala Resort Polhut TWA Lejja Andi Ahmad, S.H., jajaran pengelola TWA Lejja, sejumlah komunitas pencinta alam, organisasi kepemudaan dan undangan lainnya. (mar)

















