Home / Sulsel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Munafri: Event Jadi Mesin Ekonomi Makassar, Tamu Belanja, Hotel Terisi, UMKM Bergerak

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, mengibaratkan Kota Makassar sebagai sebuah taman bunga yang memiliki beragam potensi dan keunggulan.

“Selalu saya melihat bahwa Kota Makassar ibaratnya taman bunga. Makassar ini adalah sebuah taman bunga yang ditumbuhi dengan berbagai warna bunga yang ada,” kata Munafri.

Namun, keindahan tersebut dinilai belum sepenuhnya terlihat karena masih terdapat berbagai persoalan yang dianalogikan sebagai ilalang liar yang menutupi bunga-bunga di dalam taman.

Di saat bersamaan, terdapat pula ilalang liar yang tumbuh dan mendominasi hingga menutup keindahan bunga-bunga yang ada.

Karena itu, dibutuhkan seorang tukang kebun yang mampu menata taman tersebut, membersihkan semak belukar dan memastikan setiap bunga dapat tumbuh serta terlihat keindahannya.

“Sehingga dibutuhkan seorang tukang kebun yang mampu menata, menghilangkan semak belukar itu untuk memperlihatkan indahnya bunga-bunga yang ada di taman itu,” tuturnya.

“Dan tukang kebun itu, akan saya perankan dengan baik selama memimpin Kota Makassar di lima tahun ke depan,” sambung Appi disambut tepuk tangan.

Analogi tersebut disampaikan Munafri saat menjadi pembicara pada Makassar Marketing Festival 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Munafri, Makassar memiliki beragam potensi, mulai dari posisi strategis secara geografis, kekayaan budaya, kuliner, sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga kehidupan masyarakat urban yang dinamis.

Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang baik agar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Orang nomor satu Kota Makassar itu mengakui, hingga saat ini masih terus mencari formula dan kata yang paling tepat untuk menggambarkan identitas Kota Makassar.

Lebih dari satu tahun sejak memimpin Kota Makassar, dirinya bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar terus melakukan berbagai pembahasan untuk menemukan branding yang mampu merepresentasikan karakter dan potensi kota.

“Kalau kita melihat Kota Makassar, sampai detik ini, terus terang, saya masih mencari kata-kata yang sangat cocok untuk mem-branding kota ini,” tuturnya.

Baca Juga:  REI Sulsel Berharap Ada Tambahan Kuota Pembangunan Rumah Bersubsidi

Ia mengatakan, sudah ratusan alternatif kata dan konsep yang muncul. Namun, belum ada satu tagline yang dianggap benar-benar mampu menggambarkan Makassar secara utuh.

Appi bahkan menyebut keberhasilan branding sejumlah kota dan negara sebagai referensi, termasuk konsep “Never-Ending Asia” yang pernah digunakan dalam promosi pariwisata Asia.

“Satu tahun lebih saya mencoba untuk mereset, mencari padanan yang sangat pas. Sampai detik ini belum ketemu,” katanya.

Lebih lanjut, politisi Golkar itu berharap, proses menemukan slogan yang tepat nantinya mampu menghasilkan identitas yang kuat sehingga Makassar.

Dimana, tidak hanya dikenal sebagai kota besar di kawasan Indonesia Timur, tetapi memiliki positioning yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional.

Menurut Ketua IKA FH Unhas itu, Kota Makassar sesungguhnya telah memiliki modal yang kuat untuk berkembang.

Sebagai kota urban, Makassar memiliki aktivitas masyarakat yang dinamis dan menawarkan harapan besar bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Tantangannya adalah bagaimana pemerintah mampu mengelola seluruh potensi tersebut melalui tata kelola pemerintahan yang efektif.

“Kota Makassar ini sudah punya aura yang sangat kuat untuk maju. Dengan berbagai macam aktivitas kehidupan di dalamnya sebagai kota urban,” terang mantan CEO PSM itu.

“Tentu Makassar menjanjikan harapan-harapan besar kepada seluruh masyarakat yang ada di dalamnya,” tambah Appi.

Harapan tersebut, harus diwujudkan melalui pemerintahan yang mampu memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Karena itu, Pemkot Makassar terus mendorong konsep impactful government, yakni pemerintahan yang program dan kebijakannya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.

“Harapan-harapan inilah yang harus diwujudkan oleh pemerintah untuk mengatur tata kelola pemerintahan dengan baik, sehingga menghasilkan impactful government,” harapnya.

Salah satu contoh kebijakan yang disebut Munafri sebagai bentuk perubahan adalah penerapan pemilahan sampah dari sumber.

Pemkot Makassar, kata Munafri, memilih memulai perubahan tersebut sekarang dengan mengadopsi praktik pengelolaan sampah yang telah menjadi bagian dari keberhasilan sejumlah negara maju.

Pemerintah juga terus mengevaluasi berbagai kekurangan agar kebijakan tersebut tidak hanya menjadi aturan, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pelatihan Montir Kendaraan Hubdam XIV/Hasanuddin

“Pemerintah mencoba menerapkan sebuah langkah maju yang pernah menjadi success story di negara-negara maju. Kita paksakan ini untuk terjadi di Kota Makassar,” tegasnya.

Selain sektor lingkungan, Munafri juga menekankan kebijakan anggaran sebagai instrumen untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dia menyebut Pemkot Makassar tengah mendorong agar sekitar 50 persen belanja pemerintah dapat diarahkan untuk belanja lokal.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus memberikan dampak berantai terhadap pelaku usaha lokal.

“Di dalam menyusun rencana anggaran, pemerintah pun begitu. Kami mencoba memotret bagaimana belanja pemerintah Kota Makassar ini, 50 persennya harus belanja lokal,” bebernya.

Dari belanja lokal tersebut, Pemkot Makassar juga mendorong agar semakin banyak transaksi diarahkan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.

Menurut Munafri, penguatan UMKM melalui belanja pemerintah dapat menjadi salah satu cara mempercepat perputaran ekonomi di tingkat lokal.

“Kalau dayanya kuat, tentu dampak ekonomi yang dirasakan pasti akan jauh lebih baik. Itu cara kami untuk menggerakkan ekonomi lokal yang ada di Kota Makassar,” terang Appi.

Tak hanya itu, pada forum tersebut Alumni FH Unhas itu menjelaskan alasan Pemkot Makassar tidak melakukan promosi kota secara besar-besaran sebelum pembenahan internal dilakukan.

Appi tidak ingin wisatawan maupun pengunjung datang ke Makassar dengan ekspektasi tinggi berdasarkan materi promosi, tetapi justru kecewa ketika melihat kondisi kota secara langsung.

Pemkot ingin membangun kota terlebih dahulu, memperbaiki tata ruang, infrastruktur, hospitality dan berbagai fasilitas pendukung lainnya. Setelah kota semakin siap, promosi akan dilakukan secara lebih masif.

“Kami tidak ingin orang datang cuma sekali di Kota Makassar. Tapi kami ingin memperbaiki tata kota, lalu mengundang orang datang dan orang akan berdecak kagum dan datang untuk mengajak kolega-koleganya yang lain. Ini yang menjadi cita-cita kita,” pesan Wali Kota.

Share :

Baca Juga

Sulsel

HUT ke-81 RI, Pemkot Makassar Semarakkan Perayaan Lomba Lingkup SKPD hingga Tingkat RT/RW

SOPPENG

TP PKK Soppeng Turut Memeriahkan HUT Ke-81 RI

SOPPENG

Perkuat Sinergi, Kapolres Soppeng Gelar Coffee Morning dengan Wartawan

Makassar

Ketika Polisi Hadir, Harapan Tumbuh di Shelter Tamalate

HALO POLISI

Polres Wajo Bongkar Dugaan Penipuan Investasi Rp4 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

Sulsel

“Yang Penting Happy”, Konser 7 Nada Diskominfotik Guncang Callaccu

Sulsel

Pemkot Makassar Bersiap Sambut HUT ke-81 RI, Munafri Minta Tiga Pilar Kawal Pesta Rakyat

PINRANG

Program TMMD ke-129 Resmi Ditutup Di Desa Tanra Tuo, Kecamatan Cempa