“Itu sebenarnya bukan suatu hambatan. Tapi memang perencanaan PMA begitu. Bisa diartikan penurunan bukan disebbakan faktor lain tapi sesuai rencana mereka,” jelas dia.
Dia menambahkan, berdasarkan RPJMD Sulsel, target pencapaian investasi tahun 2018 lalu hanya sebesar Rp10 T. Namun berkat kerja keras semua stakeholder terkait, dan semakin ramahnya Sulsel pada investasi dengan memberikan kemudahan pada investor, berhasil dicapai angka Rp11,4 triliun.
Menurutnya, dalam lima tahun terkahir seluruh target bisa kita lewati dengan baik. Proyeksi lima tahun ke depan tentu lebih meningkat lagi investasinya.
“Jika lima tahun teakhir kita bertumbuh emat persen maka lima tahun ke depan kita coba 5,5 persen. Ada upaya lebih baik untuk mengakselerasikannya. Kita akan susun beberapa strategi baik dalam promosi mauoun pemantauan. Agar prencanan dan realisasi bisa diserap sesuai target,” pungkasnya.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Hermawaty menjelaskan, khusus di triwulan IV, total investasi yang berhasil dibukukan sebesar Rp4,052 triliun. Dengan perincian PMDN sebesar Rp835,629 T dan PMA Rp3,216 T.
“Sebaran asal-usul realisasi investasi untuk PMA paling tinggi berasal dari Singapura sebesar Rp1,7 triliun, disusul British Virgin Island Rp1,6 triliun, dan Kanada Rp1,3 triliun.
Ditambahkan, untuk investasi 2019 ditargetkan Rp 13 Triliun karena selama 5 tahun pertumbuhan investasi rata-rata 4,5 persen sehingga 5 tahun ke depan pertumbuhan akan meningkat menjadi 5,5 persen dengan berbagai upaya yg dilakukan antara lain menggenjot munculnya investor lokal di Sulsel.(*)
Editor : H. Abdul Manaf
















