Home / Advertorial / Sulsel / Wajo

Sabtu, 16 Februari 2019 - 15:10 WIB

Hari Pertama Bertugas, Amran Mahmud Buka Musda Wahda Islamiah

Ketua Wahda Islamiah Propinsi Sulawesi Selatan Ir. Abdul Rohim mengatakan, Wahda Islamiah sudah berada 34 Propinsi di Indonesia. Kehadirannya sebagai sarana pemersatu umat. “Saya harapkan kita semua bisa bersinergi dan mengambil peran dan mengoptimalkan peran membangun umat dan membangun kebersamaan,” tegasnya.

Abdul Rohim mengharapkan  kader Wahda memiliki potensi dalam dakwah, jangan mudah tersusupi oleh kelompok-kelompok lain, ambil peran untuk mempersatukan ummat, jalin persaudaraan khususnya di Kabupaten Wajo dan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.

Baca Juga:  Bangun Pemberitaan Produktif, Lawan Hoaks

Sebelumnya, Ketua Wahda Islamiah Cabang Wajo Ayem Supriono mengatakan, Wajo dikenal sebagai kota santri yang identik dengan ke Islamannya. “Wahda siap bersinergi menjadikan Wajo sebagai Kota Santri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tangan Dingin Duo Amran Berbuah 34 Penghargaan untuk Pemkab Wajo Selama 2022

Ayem Supriono menuturkan, Wahda sudah memilik cabang di 4 kecamatan pembinaan. Sementara perencanaan membangun pusat Wahda Islamiah di Kabupaten Wajo.

Hadir pada kesempatan itu mendapingi Bupati Wajo, Asisten I Setda Wajo, Kabag Kesra, Tim Transisi Elfrianto.(Advertorial)

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Aduan Warga, Munafri Cek Distribusi Air Bersih hingga Siapkan Fasilitas SPAM Bantuan

Sulsel

MABA UIN Alauddin: Kampus Bukan Barak, Kami Datang untuk Belajar

Sulsel

Dukung Visi Enrekang Sejahtera, Bupati Enrekang Mutasi 38 Pejabat

Sulsel

Biar Tak Kena Masalah Saat Audit, Ini Pesan Penting Ketua AAI Sulsel Soal Pengelolaan Dana BOS

Jakarta

Akselerasi Sistem Merit, Gubernur Zainal Paliwang Paparkan Pemetaan Talenta ASN Kaltara

Sulsel

BREAKING NEWS: 81 Kursi Bergeser Di Wajo, Andi Rosman: Jabatan Baru Harus Lahirkan Perubahan

Sulsel

Doa Bersama Setahun Tragedi DPRD Makassar, Munafri: Kehilangan Nyawa Korban Tak Akan Terlupakan

Sulsel

BREAKING NEWS: Hari Ini, Peta Birokrasi Wajo Berpotensi Berubah