Home / Sinjai / Sulsel

Jumat, 22 Februari 2019 - 16:43 WIB

Pemerintahan Andi Seto – Andi Kartini Hadirkan Kebijakan “Pro Rakyat” Sinjai

pembangunan yang dilaksanakan ini, sejatinya merupakan implementasi dari empat program strategis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang dicanangkan lewat Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai.

Adapun empat program strategis yang dimaksud yakni, pertama, Menjadikan Sinjai sebagai sentra pengembangan sapi potong di Sulawesi, kedua, Pemberian asuransi sapi gratis, ketiga, Pelayanan Inseminasi Buatan Plus (IB Plus) dan keempat, Bantuan kambing untuk keluarga miskin atau keluarga kurang mampu.

Program-program kegiatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan lainnya itu, tentunya juga memiliki relevansi terhadap Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Sinjai.

“Relevansinya sudah pasti ada. Konsistensi pemerintah untuk mewujudkan akselerasi pembangunan harus tetap berpijak pada esensi Visi dan Misi Kabupaten Sinjai yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Terkait dengan kebijakan yang dihadirkan oleh Pemerintah Kabupaten Sinjai dengan menghilangkan premi asuransi yang selama ini ditanggung oleh peternak, dinilai sangat berdampak baik.

Baca Juga:  Bulog Akan Siapkan Beras untuk ASN di Sinjai

Menurut A. Asis, salah seorang tokoh yang ditemui wartawan Media Sinergi di kediamannya baru-baru ini, bahwa keberpihakan pemerintah daerah yang pro “rakyat” itu menunjukkan adanya upaya pemerintah mendengarkan langsung beragam aspirasi yang menginginkan perubahan-perubahan mendasar dalam penanganan berbagai permasalahan yang ada.

A. Asis menjelaskan, selama ini kita sangat kesulitan menangani penyakit yang dialami sapi potong khususnya penyakit “cacingan”, di tambah lagi masih adanya premi asuransi yang harus dibayar.

Alhamdulillah, dengan adanya program kesehatan dan penghapusan premi asuransi yang terintegrasi langsung ke masyarakat, turut mendorong perkembangan kemajuan peternakan di daerah Sinjai.

Dia menambahkan program ini seharusnya dapat menjadi acuan bagi peternak untuk lebih meningkatkan produktifitas dan daya saing terhadap tata kelola peternakan yang ada.
Sementara, Muhammad Nur yang juga aktif mengelola peternakan sapi di daerah ini mengatakan, pemerintah berkeinginan agar setiap peternak dapat mengelola usahanya dengan kemampuan dan kemandirian, sehingga dapat menciptakan ruang usaha yang lebih besar, lebih kuat dan lebih kreatif.

Baca Juga:  Update Corona di Wajo 20 Juli 2020: Positif Bertambah Dua Orang

“Sebagai peternak, maka harus disadari bahwa bisnis sapi potong, memiliki harapan hidup yang sangat menjanjikan, sehingga membutuhkan kesabaran, ketelatenan dan keterampilan dalam pengelolaannya”, kuncinya.

Semoga melalui kebijakan bupati Sinjai yang baru yang cenderung pro rakyat itu, diharapkan Kabupaten Sinjai bisa tampil sebagai daerah yang potensial dalam pengembangan ternak, sehingga sinergitas pemerintah dan masyarakat Sinjai bisa terwujud yang ditandai dengan makin meningkatkanya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sinjai.

Laporan : Irwan

Editor      : Muh. Hamzah 

Share :

Baca Juga

Sulsel

Tampil Tak Terkalahkan, Wajo Lolos ke Perdelapan Final Piala Gubernur 2026

Sulsel

Sudah 5123 KK Penerima Iuran Sampah Gratis di Kecamatan Panakkukang

Sulsel

Wali Kota Munafri Perluas Penerima Sampah Gratis di Tamalanrea

SOPPENG

PWI Sulsel Sinergi Bersama RRI, TVRI, dan ANTARA demi Dorong Pemberitaan Berkualitas

Sulsel

Tim Baksos IARMI Sulsel Bantu Sandang dan  Sembako Warga  RW 4 Kompleks Kusta Jongaya Makassar

Sulsel

Kemarau Panjang, Wali Kota Makassar Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz

Sulsel

Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, Sumur Bor hingga Salat Istisqa Minta Hujan

Sulsel

Kemarau Panjang, Wali Kota Munafri Bersama Warga Salat Istisqa di Al-Markaz