Selain itu kata Zainal, adapun pemilih yang bisa didampingi sampai di dalam bilik suara dan dicobloskan yaitu pemilih yang tidak punya tangan dan pemilih tuna netra (buta). “Pemilih tak punya tangan dan buta bisa didampingi dan dicobloskan sesuai dengan permintaan pemilih,” jelas Zainal Arifin.

Terkait dengan masyarakat yang buta huruf, kata Zainal, tidak selamanya masyarakat buta huruf juga buta angka. “Kemungkinan buta huruf tetapi bisa mengenal angka. Terkait hal itu, kita tidak bisa ambil keputusan, karena kita cuma berbicara sesuai dengan peraturan yang ada,” tandasnya.
Pada kesempatan itu juga, Zainal menjelaskan bahwa KPU telah dibekali dengan Aplikasi Penghitungan Suara yang dapat diakses oleh masyarakat untuk mengetahui rekapan suara per TPS.
Sementara Sekda Wajo H. Amiruddin mengharapkan agar peserta yang hadir memberikan kontribusi, berupa sumbang saran atau kritikan-kritikan yang membangun dalam rangka optimalisasi dari peran KPU sebagai penyelenggara pemilu, untuk menghadirkan proses pemilihan umum yang benar-benar akuntabel, transparan, dan berintegritas dalam rangka menhadirkan pemilu sebagai sarana pelaksanaan demokrasi utk memilih pemimpin nasional dan wakil rakyat di tingkat pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota.(ADV)
Laporan : Muh. Hamzah
















