
Dia mengungkapkan, dari 3.600 honorer daerah bisa di inventarisir yang punya basic pertanian dan peternakan untuk dilibatkan dalam tim, supaya mereka bisa berdaya, sehingga mereka bisa produktif dan bisa berpenghasilan cukup untuk masa depannya.
Selain itu, Juga akan dikembangkan persuteraan di Wajo dan Perkayuan dimana bisa dijadikan beberapa produk dengan menghadirkan industrinya, dan kesemua ini dibutuhkan tekhnologi yang akan lahir di Perguruan Tinggi, dan Bupati Wajo ingin Universitas Puangrimaggalatung yang harus terdepan untuk bisa hadir dan berkolaborasi dengan Pemkab Wajo.
Lebih lanjut Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan program mencetak 10.000 interprenueur , bagaimana mencetak wirausahaan baru dengan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Puangrimaggalatung dan Program ini kebetulan sejalan dengan Pemerintah pusat.
“Pariwisata di Kabupaten Wajo, utamanya kawasan wisata Danau Tempe akan di jadikan Icon wisata kedua setelah Toraja. Kita bisa bangun daerah ini , dan optimis bisa melaju lebih dari daerah lainnya, perhotelan, produksi sutra, kerajinan tangan bisa dikembangkan” harap Bupati Wajo. (Advertorial)


















