Dia menjelaskan bahwa, dalam situs Tosora ini ada makam cucu dari Rasulullah SAW yang keduapuluh di abad ke 16 dan merupakan orang tua dari wali-wali yang ada di Jawa.
“Kita akan membedah/menelurusuri sejarah, sehingga seluruh dunia tahu bahwa di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo, ada makam cucu dari Nabi Muhammad SAW dan ini akan menjadi corong kita membangkitkan Wajo kedepannya,” ungkap Amran Mahmud
Amran Mahmud mengungkapkan mengharapkan situs budaya ini menjadi budaya religi, yang akan dipersembahkan untuk masyarakat Wajo dan Nusantara. “Maka dari itu akan didesain dan dan dibuatkan payung hukum. Pemkab bersama DPRD akan mengawal Perda dari situs budaya kita ini,” pungkasnya.

Sementara Habib Mahmud bin Umar Alhamid juga menjelaskan sejarah singkat Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar yang merupakan cucu Nabi Muhammad SAW, yang di makamkan di Desa Tosora Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo Provinsi Sulsel.
“Habib Sayyid Jamaluddin bin Husain Al Akbar wafat di usia 108 tahun, beliau memiliki kharoma yang tidak dimiliki manusia biasa. Semasa hidupnya, dia menyiarkan agama Islam sampai di Wajo dengan penuh perjuangan sehingga bisa berkembang seperti saat ini,” ungkapnya.
Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Wajo Andi Alauddin Palaguna, Ketua komisi II DPRD Wajo H. Sudirman Meru , Sekda Kab.Wajo H. Amiruddin, Kemenag Kab.Wajo, Ketua Tim Penggerak PKK kab.Wajo, Ketua Darma Wanita persaruan Kab. Wajo, Seluruh OPD lingkup Pemkab Wajo, Kepala Desa Tosora, Tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat.(advertorial)
















