
“Apa yang dilakukan para pengajar SMA Negeri 4 Wajo lakukan adalah contoh yang patut ditiru,” ungkapnya.
Orang nomor dua di Bumi Lamaddukelleng ini mengungkapkan, kalau saat ini kemampuan intelektual dan keterampilan merupakan satu koin yang memiliki dua sisi yang berbeda, akan tetapi tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Pasalnya intelektual memiliki cara pandang mengenai perubahan tantangan dan peluang, sedangkan dengan keterampilan memiliki aksi nyata untuk menghadapi perubahan tantangan dan peluang yang akan terjadi ke depan.
“Marilah kita melihat tantangan dan peluang cita-cita antara pegawai atau pekerja dengan pengusaha, pegawai tetap bekerja berarti kita harus mendaftar sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah atau perusahaan,” ajak H. Amran, SE.(Hms-Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















