
“Kita di Ponggok, sebelum mengelolah sebuah unit usaha yang akan dikelola oleh Bumdes, harus dilakukan pengkajian. Makanya kita selalu kerjasama dengan akademisi untuk pendampingan,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas PMD Kabupaten Wajo Syamsul Bahri mengatakan, kalau kunjungan komparatif ini bukan saja untuk melihat dan sharing dalam mengelola Bumdes tetapi juga mendapat semangat dari Kepala Desa dan BPD bersama jajarannya dalam mengembangkan Bumdes.
“Dalam pengelolaan desa, bukan membangun infrastruktur yang penting tetapi membangun sistem,” .
Yang jelas, kata dia untuk membangun desa yang terpenting harus ada kreativitas dan inovasi. “Insyaallah, semangat dari kades Ponggok dalam mengembangkan desanya akan kami bawa ke Wajo,” tandas Syamsul.(Red)
Editor : Muh. Hamzah
















