Home / Politik

Selasa, 12 November 2019 - 21:32 WIB

Tak Ada Anggota Dewan, AMIWB Segel Kantor Fraksi DPRD Wajo

MEDIASINERGI.CO WAJO — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) menyegel Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo, Selasa 12 November 2019.

Aksi AMIWB menyegel kantor wakil rakyat tersebut sebagai buntut kekecewaan lantaran tak ada satu pun anggota DPRD Wajo yang berkantor, saat mereka ingin menyampaikan aspirasi.

“Kami melakukan penyegelan terhadap kantor DPRD Wajo, sebagai bentuk mosi tidak percaya kami kepada 40 anggota dewan,” kata koordinator aksi, Baso Agus Parawansah.

Padahal kata Baso Agus Parawansah, kedatangan mereka ke gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasi terkait Perda No 2 tahun 2017 Tentang Pilkades.

Namun saat disana, mereka tak ditemui satupun anggota DPRD Wajo karena keluar daerah. Alhasil usai berorasi, untuk memastikan bahwa memang kantor DPRD Wajo kosong, mahasiswa pun menyisir ruangan komisi dan ruangan fraksi. Namun, semua ruangan tersebut terkunci. Buntutnya AMIWB menyegel kantor Fraksi DPRD Wajo.

Baca juga:  DPRD Wajo Dapat Penghargaan Kepatuhan Pajak

“Anggota DPRD Wajo lebih memilih jalan-jalan ketimbang mendengarkan aspirasi rakyatnya,” katanya sambil membentangkan spanduk bertuliskan “KEMANA WAKIL RAKYAT”.

Menanggapi tudingan tersebut, Anggota DPRD Wajo Elfrianto menyebut perjalanan dinas Anggota DPRD sudah sesuai mekanisme dan regulasi.

Menurut anggota Fraksi PAN ini, DPRD dinas untuk kepentingan rakyat, bukan ‘jalan-jalan’.

“Perjalanan bukan tanpa tujuan, tapi jelas apa yang ingin dicapai, ini untuk mendapatkan referensi terkait regulasi, agar ada muatan materi terkait ketiga ranperda yang sementara dibahas, dan ranperda itu untuk kepentingan masyarakat Wajo,” tukasnya.

Lebih lanjut Elfrianto menjelaskan, perjalanan dinas DPRD Wajo keluar daerah membawa tiga Pansus yaitu mengenai PDAM, Bank Sulselbar dan pajak Burung Walet

Baca juga:  Ketua PAN Wajo Ingatkan Pengurus dan Kader Kerja Keras Tingkatkan Perolehan Suara

“Dua pansus melakukan study banding ke Bank DKI Jakarta, dan pansus 3 mengenai pajak Burung Walet pansus ini study banding ke Balikpapan, Kalimantan Timur,” terangnya.

Namun demikian, Elfrianto menegaskan, agar kejadian ini tak terulang kembali, kedepan DPRD Wajo akan mengatur perjalanan dinas anggota dewan ke luar daerah.

“Kedepannya, kalau ada dinas diluar, akan diatur siapa yang tinggal. Kita akan atur secara bergilir untuk menerima aspirasi. Dan DPRD akan lebih banyak berkunjung ke kecamatan dibandingkan di luar kabupaten atau diluar provinsi,” cetusnya. (red-hs)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Politik

Gerakan Moral Dukung Penanganan Covid 19, PAN Wajo Turunkan Bantuan Beras untuk Kaum Dhuafa

Politik

Mantan Calon Bupati dan Wabup Pinrang Perebutkan Kursi Ketua Golkar

Politik

KPU Wajo Simulasi Aplikasi Sistem Pemungutan dan Penghitungan Suara

Politik

Merasa Dirugikan, Caleg Gerindra Ini Lapor Dugaan Kecurangan di Sejumlah TPS di Tanasitolo

Nasional

MK Percepat Putusan Sengketa Pilpres Jadi 27 Juni

Politik

Gelar Rapat Pleno, Golkar Pecat Wahyuni Malik

Politik

Jelang Tahapan Pemilu 2024, Bawaslu Buka Pendaftaran Pemantau Pemilu

Politik

Berkunjung ke Bone, Tokoh Perempuan: Sitti Maryam Layak Wakili Perempuan di DPR RI