Home / Nasional

Minggu, 5 April 2020 - 13:19 WIB

Penjelasan Lengkap Listrik Gratis 3 Bulan

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan langkah yang diambil pemerintah untuk menangani dampak yang ditimbulkan dari corona (COVID-19). Sekian kebijakan sudah dikeluarkan, salah satunya membebaskan biaya tarif listrik alias gratis.

Jokowi mengatakan, pemerintah menetapkan pelanggan listrik di
golongan 450 VA akan digratiskan tagihan bulannya. Jumlah
pelanggan listrik ini diperkirakan mencapai 24 juta pelanggan.

“Tentang tarif listrik, perlu saya sampaikan untuk pelanggan
listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan
digratiskan,” tuturnya dalam konferensi pers melalui virtual,
Selasa (30/3/2020) lalu.

Pembebasan tarif listrik untuk golongan pelanggan 450 VA itu akan
berlaku untuk tagihan pada bulan April, Mei hingga Juni 2020.
Baca juga: Pengin Dapat Token Listrik Gratis? Cek di Sini Caranya

Selain itu pemerintah juga memberikan relaksasi untuk pelanggan
900 VA. Golongan itu akan diberikan diskon membayar tagihan
sebesar 50% dengan masa pemberlakuan yang sama.

“Sedangkan pelanggan 900 VA jumlahnya 7 juta pelanggan akan
didiskon 50%. Artinya bayar separuh untuk April, Mei dan Juni
2020,” kata Jokowi.

Sebagai penegasan, pemerintah hanya memberikan keringanan biaya
listrik untuk golongan 450 VA dan 900 VA tiga bulan ke depan.
Untuk pengguna di luar golongan tersebut belum ada keringanan
yang ditetapkan.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana memaparkan
pemerintah akan memberikan keringanan sejumlah penggunaan
maksimum KWh selama tiga bulan ke belakang. Untuk golongan 450
VA, mulai April, Mei, hingga Juni akan mendapatkan listrik gratis
sebesar jumlah penggunaan maksimum di tiga bulan sebelumnya dari
Januari ke Maret.

“Untuk prabayar golongan 450, atau yang beli token, itu diberikan
token gratis sebesar pemakaian bulanan. Kami dan PLN, sudah punya
profile-nya pelanggan dan mereka ketahuan beli maksimumnya dalam
3 bulan terakhir itu berapa,” kata Rida lewat video conference
kepada wartawan, seperti yang dikutip detik.com Rabu (1/4/2020).

“Itu lah yang kita berikan secara gratis 3 bulan ke depan, angka
maksimumnya dia beli selama 3 bulan kemarin,” sambungnya.

Sementara itu untuk pelanggan golongan 900 VA, pemerintah tetap
menggunakan angka pembelian listrik maksimum selama tiga bulan
sebelumnya. Nantinya, setengah jumlah listrik dari angka tersebut
akan digratiskan.

“Sementara untuk prabayar atau token 900 VA, persis seperti yang
450 VA hanya saja mereka tidak gratis, mereka hanya mendapatkan
daya gratis 50% dan itu berlaku tiga bulan untuk April, Mei, dan
Juni,” ujar Rida.

PT PLN sendiri memberikan dua akses untuk mendapatkan voucher
token listrik gratis dan diskon bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA.
Berikut ini cara lengkapnya:

Mekanisme lewat website PLN
1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan
langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19
2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan
ditampilkan di Layar
3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran
yang sesuai dengan ID Pelanggan

Mekanisme lewat WA ke nomor 08122-123-123.
1. Buka Aplikasi WhatsApp
2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah-satunya masukkan ID Pelanggan.
3. Token gratis akan muncul
4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran
yang sesuai dengan ID Pelanggan

Pemerintah menggelontorkan Rp 3,5 triliun untuk memberikan
insentif biaya listrik bagi rakyat miskin. Kembali ke Rida, dia
mengatakan sebetulnya untuk memberikan keringanan biaya listrik
selama tiga bulan pihaknya cuma butuh Rp 3,2 triliun.

Angka itu didapatkan dari perhitungan penggunaan rata-rata
bulanan golongan 450 VA dan 900 VA dikali jumlah pengguna.
Setelah itu dikalikan tiga, karena insentif diberikan selama tiga
bulan.

“Rp 3,5 triliun itu untuk 24 juta pengguna 450 VA dan 7 juta
pengguna 900 VA pelanggan itu dikali tagihan rata rata-rata. Tapi
kita dapatnya Rp 250 miliar per bulan untuk 450 VA yang 900 VA Rp
1,1 triliun per bulan. Kalau dikali tiga maka Rp 3,2 triliun,”
kata Rida.

Meski begitu dia menilai hitungannya bisa lebih besar, pasalnya
dengan ada program kerja dan belajar di rumah konsumsi listrik
rumah tangga naik hingga 3%. Untuk itu pemerintah memberikan Rp
3,5 triliun untuk menyediakan ruang pada biaya keringanan
listrik.

“Adapun Rp 3,5 triliun itu untuk menyediakan ruang karena ada
imbauan kegiatan dirumah maka kemungkinan konsumsi rumah tangga
akan sedikit meningkat. Sementara ini akan kita pantau konsumsi
listrik di rumah tangga cenderung ada kenaikan 1-3%,” ungkap
Rida.(detik.com)

Ditulis oleh Hamzah Sinergi

Wartawan resmi mediasinergi.co. Specialist konten berita, pendidikan, kesehatan, dan olahraga

Share :

Tinggalkan Komentar