Sementara itu untuk pelanggan golongan 900 VA, pemerintah tetap
menggunakan angka pembelian listrik maksimum selama tiga bulan
sebelumnya. Nantinya, setengah jumlah listrik dari angka tersebut
akan digratiskan.
“Sementara untuk prabayar atau token 900 VA, persis seperti yang
450 VA hanya saja mereka tidak gratis, mereka hanya mendapatkan
daya gratis 50% dan itu berlaku tiga bulan untuk April, Mei, dan
Juni,” ujar Rida.
PT PLN sendiri memberikan dua akses untuk mendapatkan voucher
token listrik gratis dan diskon bagi pelanggan 450 VA dan 900 VA.
Berikut ini cara lengkapnya:
Mekanisme lewat website PLN
1. Buka Alamat www.pln.co.id kemudian masuk ke menu pelanggan dan
langsung menuju ke pilihan stimulus covid-19
2. Masukkan ID Pelanggan/ Nomor Meter. Kemudian Token Gratis akan
ditampilkan di Layar
3. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran
yang sesuai dengan ID Pelanggan
Mekanisme lewat WA ke nomor 08122-123-123.
1. Buka Aplikasi WhatsApp
2. Chat WhatsApp ke 08122-123-123 , ikuti petunjuk, salah salah-satunya masukkan ID Pelanggan.
3. Token gratis akan muncul
4. Pelanggan tinggal memasukkan Token Gratis tersebut ke meteran
yang sesuai dengan ID Pelanggan
Pemerintah menggelontorkan Rp 3,5 triliun untuk memberikan
insentif biaya listrik bagi rakyat miskin. Kembali ke Rida, dia
mengatakan sebetulnya untuk memberikan keringanan biaya listrik
selama tiga bulan pihaknya cuma butuh Rp 3,2 triliun.
Angka itu didapatkan dari perhitungan penggunaan rata-rata
bulanan golongan 450 VA dan 900 VA dikali jumlah pengguna.
Setelah itu dikalikan tiga, karena insentif diberikan selama tiga
bulan.
“Rp 3,5 triliun itu untuk 24 juta pengguna 450 VA dan 7 juta
pengguna 900 VA pelanggan itu dikali tagihan rata rata-rata. Tapi
kita dapatnya Rp 250 miliar per bulan untuk 450 VA yang 900 VA Rp
1,1 triliun per bulan. Kalau dikali tiga maka Rp 3,2 triliun,”
kata Rida.
Meski begitu dia menilai hitungannya bisa lebih besar, pasalnya
dengan ada program kerja dan belajar di rumah konsumsi listrik
rumah tangga naik hingga 3%. Untuk itu pemerintah memberikan Rp
3,5 triliun untuk menyediakan ruang pada biaya keringanan
listrik.
“Adapun Rp 3,5 triliun itu untuk menyediakan ruang karena ada
imbauan kegiatan dirumah maka kemungkinan konsumsi rumah tangga
akan sedikit meningkat. Sementara ini akan kita pantau konsumsi
listrik di rumah tangga cenderung ada kenaikan 1-3%,” ungkap
Rida.(detik.com)
















