“Memang ada sedikit penolakan warga ikut rapid test. Itu yang langsung kita berikan Sosialisasi dengan melibatkan semua ketua RT RW bersama LPM sebagai ujung tombak cegah hoax di masyarakat”, ujarnya.
Rakor kali ini merupakan rakor kedua kalinya setelah rakor pertama pada malam sebelumnya yang diselenggarakan di kediaman Ketua RW 02. Rakor dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni pembatasan/jaga jarak, dan menggunakan masker. Adapun Pertemuan kedua dilakukan di Aula Kantor Lurah Mangasa.
“Ketua RT RW adalah ujung tombak di masyarakat. Karena itu saya minta agar kita bersama-sama menjaga ketertiban dan ketenteraman warga. Kita harap masyarakat tidak terprovokasi,” tambah Darwis.
Darwis menyebut pihaknya terus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kesalahan informasi. Dia menunjuk WA dari pihak kepolisian yang menemukan penyebar hoax. “Makanya malam ini, kami rapat lagi bersama RT RW,” tambah Darwis.
Beberapa hari ini, lanjut Darwis, bersama RT RW allout turun ke masyarakat, mensosialisasikan protokol kesehatan, jaga jarak, pake masker dan cuci tangan. Terutama penyebaran lokal menjadi perhatian utama.
“Kami memberikan pemahaman kepada warga terkait beberapa aturan dan protokol kesehatan untuk mencegah terjadinya keresahan sosial terkait dengan virus corona,” urainya.(*)
Editor: Manaf
















