Sementara Lurah Siengkang M. Basri menyampaikan, kalau kelurahan yang dipimpinnya sudah dianggarkan untuk penyakit menular, tetapi sekarang dengan adanya covid 19, sehingga anggaran dialihkan percepatan penanggulangan virus mematikan ini.
Terkait dengan pembentukan kader TB, M. Basri mengharapkan ada dasar yang bisa menjadi acuan dalam pembentukan kader TB ini. “Saya sangat mendukung dengan pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, karena melalui kader TB nantinya, sosilaisasi bahaya TB akan terus intens dilakukan dan bisa mendorong agar masyarakat tetap sehat, dengan mengetahui bahaya penyakit TB,” jelasnya.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan(TGPP) Covi19 Wajo Supardi sangat mendukung langkah TB Care Aisyiyah ditengah pandemi virus corona untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dalam penanggulangan TB.
Menurut Supardi, penyakit TB saat ini masih menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia. Dan saat Indonesia khususnya Kabuoaten Wajo juga menghadapi wabah corona, virus ini justru harus lebih diwaspadai pasien TBC. Pasalnya beberapa gejala TB seperti batuk, demam, dan merasa lemas juga dialami pasien covid 19.
Laporan: Sudirman
Editor : Muh. Hamzah
















