“Kami atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada perusahaan yang telah membantu meringankan derita warga kita yang terdampak pandemi ini,”ucap H. Amran Mahmud.
Menurutorang nomor satu di Bumi Lamaddukkelleng ini, kondisi banjir yang terjadi saat ini di kabupaten wajo semakin parah selain merendam perumahan, fasilitas umum, puluhan sekolah dan fasum ikut teredam banjir tak terkecuali sejumlah tempat ibadah dan juga ribuan hektar sawah dan perkebunan disejumlah kecamatan, desa dan kelurahan juga terendam banjir.
“Kita sudah mendirikan posko logistik ini, supaya semua bantuan terkoordinir satu pintu, dan penyalurannya tidak tumpang tindih dengan program bansos lainnya dari pemerintah,”tambahnya.
Dikatakan, pihaknya juga telah melakukan peninjauan langsung kebeberapa wilayah yang terdampak banjir seperti di Kecamatan Sabbangparu, Tansitolo, Tempe dan sejumlah daerah lain, termasuk melakukan rapat kordinasi dengan Forkpimda dan dinas terkait.
“Sebelumnya kami telah tingkatkan status banjir menjadi tanggap darurat. Itu karenakan banjir di Kabupaten Wajo ini sudah masif, menggenangi Kabupaten Wajo,” ujarnya
Orang nomor satu dilabupaten Wajo ini menambahkan jika pihaknya juga telah meminta para Camat dan Lurah untuk berperan aktif membantu warga yang tergenang banjir termasuk mendirikan tenda tenda pengungsian dan kesehatan jika diperlukan.(hms-Adv)
Editor: Muh. Hamzah
















