Home / Advertorial / Wajo

Senin, 19 Oktober 2020 - 20:28 WIB

DPRD Kabupaten Wajo Tetapkan 3 Ranperda Menjadi Perda

MEDIASINERGI.CO WAJO — DPRD Kabupaten Wajo menetapkan 3 buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) menjadi Perda melalui sidang paripurna yang di gelar Gedung Utama DPRD Wajo lantai II, Senin, 19 Oktober 2020. Diantaranya Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Perizinan dan Nonperizinan, Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan Perubahan Kelima Atas Perda Kabupaten Wajo Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pemakaian Kekayaan Daerah.

Penetapan Perda ditandai dengan penandatanganan oleh Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Ketua DPRD Wajo H. Andi Alauddin Palaguna, Wakil Ketua I DPRD H. Firmansyah Perkesi dan Wakil Ketua II DPRD Andi Senurdin Husaini. Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Wajo H. Amran Mahmud, Sekda Wajo, para Anggota DPRD Wajo dan Kepala OPD.

Baca juga:  Nasib Tak Jelas, Ratusan Honorer Aspirasi ke Pemkab Wajo

Bupati Wajo H. Amran Mahmud dalam sambutannya menjelaskan, salah satu inovasi sistem pelayanan publik yang diterapkan PTSP yakni Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik menjadi dasar kebijakan adanya Online Single Submission (OSS).

Online Single Submission (OSS) diluncurkan pada tanggal 8 Juli 2018, lanjut dia dalam rangka menyederhanakan proses perizinan berusaha yang merupakan sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik dengan seluruh kementerian/lembaga negara hingga pemerintah daerah di Indonesia.

“Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Wajo serta mempersingkat proses pelayanan guna mewujudkan pelayanan yang cepat dan mudah, terjangkau, akuntabel, dan profesional, maka Pemerintah Daerah telah menerapkan sistem pelayanan secara elektronik yang terintegrasi dalam kerangka Pelayanan Terpadu Satu Pintu pada tingkat kabupaten,” ujarnya.

Baca juga:  Kembalikan Kejayaan Persuteraan, Pemkab Wajo Programkan Penanaman Sejuta Murbei

Untuk Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan, Amran Mahmud menjelaskan, penggunaan lahan untuk keperluan pertanian baik subsistem maupun komersil pada dasarnya merupakan usaha untuk pemenuhan kebutuhan pangan.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan nasional utamanya dalam menghadapi peningkatan laju pertumbuhan penduduk, diperlukan strategi nyata dan konkrit namun tetap memperhatikan keseimbangan ekologi. “Untuk mencapai keseimbangan ekologi diperlukan konsep pertanian yang memegang prinsip keberanjutan, utamanya perhatian terhadap penggunaan lahan pertanian secara berkelanjutan,” pungkas Amran.

Mengenai Perubahan Kelima Atas Perda Kabupaten Wajo Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pemakaian Kekayaan Daerah, Orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini berharap bahwa dengan persetujuan bersama Perda ini, pendapatan asli daerah dapat ditingkatkan yang tentu saja berbanding lurus dengan optimalisasi pelayanan terhadap fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Daerah.

Baca juga:  Angka Kematian Lansia Akibat Covid 19 Tinggi, Jaga dan Sayangi Orang Tua dengan Vaksinasi

“Yang terpenting dalam hal ini agar masyarakat dapat menggunakan fasilitas pemerintah untuk meningkat perekonomian sehingga masyarakat dapat hidup lebih sejahtera,” harapnya.(Advertorial)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Daerah

Sekda Wajo Jadi Irup di Upacara HBN dan HKN

Sulsel

Masjid At-taubah Kembali Salurkan Santunan kepada Ratusan Anak Yatim dan Dhuafa

HALO POLISI

Mulai 23 Juli, Satlantas Polres Wajo Gelar Operasi Patuh 2020

Daerah

Kaum Milenial Kota Sengkang Padati Reses PSM

Advertorial

Gubernur Sulsel Tabur 5.000 Benih Ikan di Danau Tempe

Advertorial

Bupati Wajo Komitmen Menetapkan Kawasan Tanpa Rokok Disetiap OPD

Advertorial

Wakil Bupati Wajo Jadi Pembina Upacara Hari Kelahiran Pancasila

Pendidikan

HUT PGRI Tahun 2018, Jasman Juanda Harap Guru Lebih Inovatif dan Kreatif