Home / Nasional

Selasa, 15 Desember 2020 - 19:37 WIB

dr. Dirga Sakti Rambe: Vaksin Perlu Didukung Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Prokes 3M

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit bersama Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19, dalam dialog produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020. Tema ini diangkat karena hingga saat ini masih ada sebagian kecil masyarakat yang ragu akan keamanan Vaksin, tidak memiliki informasi yang tepat mengenai vaksin dan masih percaya mitos soal vaksin maupun vaksinasi. DOK KPCPEN

dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc., Sp.PD, Vaksinolog dan Spesialis Penyakit bersama Cherryl Hatumesen, Penyintas COVID-19, dalam dialog produktif bertema Vaksin: Fakta dan Hoaks di Jakarta, Selasa, 15 Desember 2020. Tema ini diangkat karena hingga saat ini masih ada sebagian kecil masyarakat yang ragu akan keamanan Vaksin, tidak memiliki informasi yang tepat mengenai vaksin dan masih percaya mitos soal vaksin maupun vaksinasi. DOK KPCPEN

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Beberapa negara seperti Amerika, Kanada, Uni Emirat Arab, dan Inggris, sudah mulai melakukan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya pencegahan spesifik terhadap penularan virus yang merenggut banyak korban. Indonesia juga sedang mempersiapkan Vaksinasi COVID-19. Dimana saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sedang mengevaluasi keamanan dan efektivitas vaksin COVID-19 yang tiba di Indonesia beberapa waktu lalu.

Vaksinolog dan Spesialis Penyakit Dalam dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, menanggapi dinamika di masyarakat yang sudah tidak sabar menunggu tahapan selanjutnya dari program vaksinasi ini. “Saya sekarang melihat kecenderungan banyak orang berspekulasi padahal ini masih berproses, Badan POM masih melakukan kajian-kajian dan tidak akan ada vaksinasi apapun sebelum izin dari Badan POM keluar. Ini adalah upaya Pemerintah untuk memastikan, vaksin yang kita gunakan betul-betul aman dan efektif,” jelas dr. Dirga Sakti Rambe dalam acara Dialog Produktif bertema “Vaksin: Fakta dan Hoaks” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa 15 Desember 2020.

Baca  Irup Upacara Penurunan Bendera HUT RI, Bupati Wajo Minta Maaf kepada Seluruh Elemen Masyarakat

Dikatakan, Vaksin merupakan instrumen penting untuk mengendalikan pandemi. Vaksinasi juga harus dilakukan bersamaan dengan penerapan prtokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker mencuci tangan dan menjaga jarak)  secara konsisten. Dalam mencari informasi tentang vaksin juga harus berhati-hati, carilah informasi yang terpercaya karena di luar sana banyak beredar informasi hoax yang kurang bisa dipercaya. Masyarakat harus yakin apabila sudah ada izin dari Badan POM, vaksin itu nantinya sudah dipastikan kemanan dan efektivitasnya sehingga masyarakat, tidak perlu ragu,” tegasnya.

Proses vaksinasi dinilai sebagai upaya pemerintah dalam menangani pandemi. “Tidak benar, jika virus COVID-19 akan hilang dengan sendirinya, ada jutaan kematian akibat virus ini di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kita tidak bisa berdiam diri, ekonomi kita terpukul, bekerja juga menjadi sulit. Oleh karena itu perlu ada upaya-upaya ekstra, yaitu protokol kesehatan harus dijalankan secara konsisten, dengan adanya vaksinasi nanti diharapkan akan membantu, karena vaksin memberi proteksi yang bersifat spesifik,” ujar dr Dirga.

Baca  Musrenbang Kelurahan se Kecamatan Tempe Fokuskan Pencapaian 25 Program Kerja Pemkab Wajo

Dia menjelaskan, COVID-19 memiliki spektrum gejala yang luas pada penderitanya, mulai dari tidak bergejala sama sekali hingga bergejala berat yang menyebabkan proses identifikasi pasien menjadi semakin sulit. “Bahkan penelitian menunjukkan bahwa 40% pasien COVID-19 tidak bergejala. Meskipun begitu, penting untuk diketahui, baik bergejala atau tidak, semua pasien COVID-19 ini bisa menularkannya ke orang lain”, terang dr. Driga.

Dirga  mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan protokol Kesehatan 3M. Protokol kesehatan ini jangan sampai jadi slogan saja, sampai nanti setelah divaksinasi. Karena setiap upaya pencegahan tidak ada yang sempurna, jadi harus betul-betul melakukan semuanya.(Tim Komunikasi KPCPEN)

Editor: Muh. Hamzah

Share :

Baca Juga

Nasional

Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat

Nasional

PB HMI Resmi dilantik, Ukhy Sukirman Jabat Wakil Sekretaris Jenderal Pemuda dan Kemahasiswaan

Nasional

Update: Kasus Positif Corona di RI Per 24 Juni Capai 49.009

Nasional

Jika Terjadi KIPI Setelah Vaksinasi COVID-19, Pemerintah Tanggung Biaya Perawatan

Nasional

Aliansi K2 Indonesia: Semoga Hati Puan Maharani Tergugah

Nasional

Dialog Produktif KPCPEN: Vaksin, Cara Mencegah Infeksi Penyakit Tertentu dengan Efisien dan Efektif

Nasional

Sesuai Jadwal, Gaji ke-13 PNS Bakal Cair Bulan Ini

Nasional

Seleksi CPNS Dibuka 25 Oktober