MEDIASINERGI.CO WAJO — Bupati Wajo H. Amran Mahmud menghadiri pencanangan zona integritas Kejakasaan Negeri Wajo menuju menuju wilayag bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani, Rabu 13 Januari 2020.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Wajo, Andi Alauddin Palaguna, Kapolres Wajo AKBP. Muhammad Islam, Dandim 1406/Wajo, Letkol. Inf Muhammad Juanda Dinata, Ketua PN Wajo, Fery Haryanta, SH, Ketua pengadilan Agama Wajo, Ihsan Khalik, SH serta sejumlah Pejabat lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Wajo mengungkapkan, kalau Kejaksaan Negeri Wajo selalu berkinerja baik. Hal ini, kata dia, dibuktikan dengan pencanangan zona integritas sebagai salah satu bentuk pendeklarasian, pemantapan niat dan komitmen yang kuat dengan membulatkan tekad guna berkinerja tinggi, memberi pelayanan yang memuaskan dan bebas dari korupsi.
“Tujuan yang akhir yang akan diraih adalah predikat zona integritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih dan melayani,” ujarnya.
Amran Mahmud mengajak untuk bergandengan tangan, bersatu padu, menyatukan niat, komitmen dan tindakan untuk bersama-sama menanamkan jiwa integritas dan untuk selalu mengatakan “Tidak pada Korupsi” dengan mencegah terjadinya korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Orang nomor Satu di Bumi Lamaddukkelleng ini menjelaskan, Zona Integritas itu sesungguhnya merupakan predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah, yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Amran Mahmud mengatakan, pencapaian untuk pembangunan zona integritas bukanlah hal yang mudah. Keberhasilan pembangunan Zona Integritas, sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas dari aparatur dan kelembagaan. Olehnya itu, diperlukan integritas tinggi untuk mereformasi cara kerja, mereformasi pola pikir dan mereformasi pola tindak secara bertahap dan berkesinambungan, yang diharapkan mampu membentuk jiwa dan karakter aparatur birokrasi secara pribadi maupun kelembagaan yang berkinerja tinggi dalam memberikan pelayanan yang memuaskan kepada masyarakat dan bebas dari korupsi.
















