Home / Sulsel

Jumat, 2 April 2021 - 11:29 WIB

M.Yusran Lalogau: Sejak SMP “Jadi Bupati”

Asdar termasuk orang yang sangat menyayangi keluarga. Guna melindungi Aso dari pengaruh negatif lingkungan, dia mendidiknya dengan keras. Aso sudah harus ada di rumah sebelum magrib. Aturan ini diberlakukan hingga dia duduk di kelas 3 SMA Negeri 21 Makassar (tamat 2010).

Suatu hari, Aso yang saat itu duduk di kelas 3 SMA izin ke pusat kota (karena mereka tinggal di pinggiran Kota Makassar) untuk mengambil pakaian seragam sekolah. Ternyata ketika dihubungi gawai yang dibawa Aso sedang “off” (tidak aktif). Hingga pukul 20.00 Aso belum muncul di rumah. Asdar mulai panik, Dia menghubungi semua teman Aso yang dikenalnya, Namun, tidak satu pun yang mengetahui ke mana Aso pergi.

“Kalau sampai pukul 21.30 Aso belum juga pulang, kami berdua akan berbagi tugas. Saya ditugaskan ke rumah sakit mencari Aso, Kak Asdar akan ke kantor polisi untuk tujuan yang sama,” tulis Lina dalam tulisan yang membuat saya sempat berharu biru.

Di benak Asdar, ada dua kemungkinan Aso tidak pulang ke rumah. Dia mengalami kecelakaan atau terlibat urusan dengan polisi. Bagi Asdar, Aso anaknya. Aso yang berpostur tinggi dan bertubuh padat membuat yang dipakai Asdar bisa berpindah kepadanya. Yang paling sering, sepatu Asdar biasa berpindah ke kaki Aso. Posisi ini membuat Aso dianggap tidak lagi sebagai anak, tetapi juga sebagai teman Asdar. Aso sendiri mengaku bangga kepada bapaknya. Bukan lantaran bapaknya memiliki banyak teman orang hebat, melainkan karena dia bapak yang baik. Bapak yang penuh perhatian dan penyayang.

Pada tahun 2010 dia melanjutkan pendidikan ke Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FKIP) Unhas. Asdar dan Lina ingin menambahkan uang jajannya karena pastilah kebutuhan seorang mahasiswa jauh lebih besar dibandingkan ketika menjadi siswa. Masalahnya, sejak SD, uang jajan Aso tidak pernah berubah hingga SMA. Kini malah hingga perguruan tinggi dia menolak ditambah uang jajannya. Asdar yang tidak tega melihat Aso tetap bertahan dengan uang jajan yang sama jumlahnya dengan ketika SMA, akhirnya menambahkan besar.

Baca Juga:  Pengukuhan dan Pelantikan KPIG Provinsi Sulsel

Selama dia kuliah, terutama setahun sebelum menyelesaikan pendidikan di Unhas (2014), Aso ternyata sudah menyosialisasikan dirinya sebagai calon anggota legislatif Pangkep dari Partai Golkar. Jadi, kalau pada hari Sabtu dan Minggu, dia mendatangi masyarakat di desa-desa memperkenalkan diri. Usianya ketika itu masih sangat muda, 21 tahun.

Dalam pemilihan dia terpilih duduk di kursi DPRD Pangkep dari Partai Golkar. Ketika dilantik, dia belum diwisuda di Unhas.
“Jadi, dia sudah jadi anggota DPRD sebelum diwisuda,” kata Lina dalam percakapan melalui telepon dengan saya.
Jalan menuju anggota DPRD Pangkep periode 2014-2019 ini diawali dengan sukses Aso menjadi Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pangkep yang penuh dengan riak dan akrobatik. Keterpilihannya menjadi Ketua KNPI dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Pangkep menjadikan dia sebagai sosok pemuda yang dikenal luas oleh masyarakat di kabupaten ini.

Saat hendak mengikuti pemilihan legislatif tahun 2019-2024, Aso pada tahun 2018 terlebih dahulu pindah partai. Rusdi Masse, Ketua DPD I Partai NasDem menawarinya bergabung. Aso menerima itu dan didaulat menjadi Ketua DPD II Partai NasDem Pangkep.
Pada saat berjuang dengan bendera NasDem, Aso berusaha menyaingi, paling tidak meraih kursi sama dengan jumlah yang digaet Partai Golkar (8 kursi) yang bertahun-tahun merajai kursi di dewan. Ternyata upaya ini berhasil. Partai NasDem meraih 8 kursi. Meskipun jumlah kursi yang diraih partai besutan Surya Paloh ini sama dengan Partai Golkar, namun unggul dalam perolehan jumlah total yang diraih di Pangkep yang mencapai 900 ribu suara. Posisi ini menempatkan Aso pun sebagai Ketua DPRD Pangkep (2018-2023).

Baca Juga:  Patroli Sedekah, Satlantas Polres Wajo Berikan Bantuan Sembako Tukang Sapu Jalan

Bidikan Aso mewujudkan apa yang dikatakan bapaknya (Asdar) ketika masih SMP kini ada di depan mata. Dia bertekad mewujudkan ucapan mendiang bapaknya dan menggantikan pamannya, H,Syamsuddin Hamid yang menuntaskan periode kepemimpinannya pada tahun 2020.

Memang sempat terlontar, Aso pernah berkata pada Lina,” Biar tak berkampanye, tetap akan menjadi bupati”. Namun Lina mengingatkan dengan mengutip satu ayat yang artinya,” Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang, sepanjang orang tersebut tidak mengubah dirinya”. Lina juga menguatkan semangat Aso dengan mengingatkan, harus berdoa disertai berikhtiar.
“Doa dapat mengubah takdir. Kita harus berdoa dan berusaha,” kata Lina.

Katanya lagi, tokh, inspirasi sudah ditanamkan oleh bapak dan “Ambok” (H.Syamsul A.Hamid, ayah kandung dan Ibunya Hj Rosnaeni)-nya.

Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020, anak yang bernama Aso tersebut adalah Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi, M.Si. yang terpilih sebagai Bupati Pangkep berpasangan dengan H.Syahban Sammana sebagai wakil bupati. Pasangan ini meraih suara 72.973 suara (36,79%). Yusran menjadi bupati termuda, 28 tahun, setelah sebelumnya dimiliki Adnan Purichta Ichsan (34 tahun).
Yusran lahir di Pangkep 1 April 1992, putra ketiga pasangan H.Syamsul A.Hamid-Hj.Rosnaeni. Dia merupakan keponakan H.Syamsuddin A.Hamid, Bupati Pangkep dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) yang digantikan Yusran.

Pada tahun 2018 Yusran menikahi Nurlita Wulan Purnama, perempuan yang menyandang predikat Putri Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari pernikahannya, Yusran dikaruniai Muhammad Farzan Samuas dan Muhammad Rasyidin Pasanrang, dua buah hati mereka.

Yang terasa sedih begitu Yusran terpilih sebagai Bupati Pangkep adalah tidak sempat dilihat oleh bapaknya, Asdar Muis RMS, pria bongsor yang sudah melihat anaknya itu bakal jadi bupati ketika dia masih belajar di SMP. Asdar berpulang di RS Pelamonia Makassar, 27 Oktober 2014, setelah tampil berkesenian di panggung terbuka Benteng Ford Rotterdam, Makassar. (M.Dahlan Abubakar).

Share :

Baca Juga

Sulsel

Ahad Ceria di Boulevard Makassar, LLI Sulsel Rajut Bahagia di Usia Senja

Sulsel

Wali Kota Munafri: Da’i Bukan Sekadar Penceramah, Tapi Penuntun dan Solusi bagi Umat

Sulsel

Makassar Jadi Tuan Rumah Pertemuan Akademisi Kelautan Dunia, Munafri Sambut Peserta Lewat Gala Dinner

Sulsel

Kunjungi Pulau Terluar Makassar, Munafri Perkuat Kepedulian untuk Warga Sangkarrang

Sulsel

Di Depan Ketum PPP, Munafri Harap Sinergi Terus Terjalin untuk Pembangunan Kota Makassar

Sulsel

UNHAS Dorong Pemanfaatan Pekarangan Melalui Budidaya Bawang Merah Berbasis Biostimulan Air Kelapa

Sulsel

Firma Hukum Sudirman Aspirasikan Pemutakhiran Data PBB Tanah Sawah Baru Tancung

Sulsel

Bupati Takalar Tekankan Peningkatan Layanan ke Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan kepada Masyarakat