MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — JURnal Celebes yang merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat non pemerintah yang selama ini aktif melakukan pemantauan terhadap perambahan kawasan hutan di daerah ini, berhasil menjadi salah satu inisiator pembentukan Forum Parapihak Tata Kelola Kehutanan Sulsel, yang dicetuskan bersama pada 24 Juni 2021 lalu pada pertemuan lokakarya masalah hutan di Sulsel yang dihadiri berbagai pihak.
Demikian diungkapkan Direktur JURnal Celebes, Mustam Arif dihadapan wartawan yang didampingi Koordinator Pemantau JURnal Celebes Ferdhiyadi N, dalam jumpa media dan diskusi di kafe Baca, Rabu 30 Juni 2021 di Makassar.
Mustam menjelaskan, dengan terbentuknya Forum Parapihak tata kelola kehutanan Sulsel tersebut akan memberikan rasa optimisme akan pengelolaan kawasan hutan di Sulsel, yang memang selama ini selalu sarat dengan berbagai masalah yang dihadapi.
Munculnya permasalahan hutan tersebut juga diakui tidak terlepas dari banyaknya regulasi atau kebijakan terkait dengan pengelolaan kehutanan yang seringkali terbit dalam waktu cepat, sementara lembaga atau dinas terkait belum sempat melakukan sosialisasi, sehingga dalam pelaksanaan di lapangan sering menimbulkan persepsi yang berbeda-beda antara satu lembaga dengan instansi terkait.
Hal seperti itu juga menjadikan petugas di lapangan sulit bertindak, karena aturannya selalu berubah setiap saat.
Misalnya saja, terkait dengan adanya ketentuan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu atau SLVK dimana semua produk hasil kayu Indonesia harus mencantumkan label SLVK, namun kenyataannya ada juga industri yang belum melaksanakan SLVK tersebut.
”Dari 25 perusahaan pengolahan kayu yang dipantau JURnal Celebes beberapa waktu lalu, ternyata baru ada 6 perusahaan yang mengikuti sistem label SLVK, selebihnya ada yang belum pahak tentang label tersebut dan ada juga yang belum tahu dari kebijakan SLVK itu,” ungkap Mustam.
















