Hal ini kata dia, menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan di negara kita ini tidak sepenuhnya dipahami oleh pihak industri, padahal sejak diberlakukan SLVK itu, Indonesia sudah menjadi negara pelopor ekspor kayu legal yang semula negara kita dituding sebagai negara paling buruk dalam mengelola hasil kayu yang ditebang secara ilegal.
Bahkan kini Indonesia menjadi panutan dan contoh bagi negara-negara lain, karena mampu menekan penebangan kayu ilegal, sehingga banyak negara belajar sama Indonesia terkait dengan pengelolaan hasil hutan.
Terkait dengan pembentukan Forum, para pihak terkait dengan tata kelola kehutanan Sulsel, maka diharapkan semua pihak yang tergabung dalam forum itu nantinya akan bersinergi dan berkolaborasi untuk bisa mengatasi peramasalahan hutan di Sulsel.
Karena masalah hutan di Sulsel itu terjadi karena belum adanya sinergitas lembaga secara terpadu untuk menuntaskan permasalahan hutan.
”Saya yakin forum para pihak nantinya akan berkolaborasi dan bersinergi untuk mengatasi segala macam permasalahan pengelolaan hutan di Provinsi Sulawesi Selatan,” ungkap Mustam Arif yang juga pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Harian Pedoman Rakyat Makassar. (manaf)
Editor: Ismail Asnawi
















