Amran Mahmud mengatakan, Wajo punya potensi produksi kakao ketimbang komoditas lainnya. Wajo punya lahan seluas 14.889 hektare.
Apalagi, kata dia, Wajo menjadi salah satu daerah penyumbang devisa dari ekspor kakao. Hanya, kondisi tanaman kakao banyak yang kurang produktif bahkan sudah berumur 20 tahun.
Di sisi lain, tanaman muda kurang produktif akibat kurangnya agroinput. “Realitas gagal produksi kebun kakao petani telah berlangsung hampir dua dekade antara 65 persen sampai 90 persen,” ujarnya. (din)
Editor: Manaf Rachman
















