Orang nomor satu di Bumi Lamaddukelleng ini mengakui akan butuh waktu lama memulihkan lahan kritis, tetapi pihaknya yakin akan terwujud jika dilakukan dengan gerakan bersama. Salah satu upaya di Wajo dalam menjaga keseimbangan alam adalah pengembangan kawasan pertanian terpadu.
“Melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu ada mimpi besar yang terkandung di dalamnya. Di antaranya peningkatan kesejahteraan masyarakat, menghadirkan kawasan agrowisata dengan keseimbangan alam yang terjaga, serta menghadirkan sumber pangan yang sehat,” beber Amran Mahmud.
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) Wajo melalui Kepala Bidang Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup, Muh. Rafi Aryawardhana, mengatakan ada 10.000 bibit pohon akan dibagikan kepada desa yang menggalakkan program pertanian terpadu.
Khusus di Desa Mattirowalie, kata dia, sebanyak 1.860 bibit pohon siap ditanam. “Pengadaan bibit ini berdasarkan MoU Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II Makassar,” jelas Rafi.
Dari kerja sama itu, Wajo mendapatkan bantuan bibit sebanyak 150.000 pohon berupa ketapang kencana, cempedak, durian, langsat, dan nangka. (syaf)
Editor: Ismail Asnawi
















