Amran Mahmud pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen di Wajo yang senantiasa bekerja sama dalam penanganan Covid-19 selama ini.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras dan usaha terbaik dari Tim Satgas Covid-19 Wajo, baik itu TNI/Polri, Satpol-PP, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, dan seluruh lapisan masyarakat bahu- membahu dalam upaya pengendalian Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan. Tentunya juga ditambah dengan doa kita semua,” tambahnya.
Amran Mahmud juga berharap agar hal ini bisa tetap dipertahankan, bahkan diupayakan agar bisa kembali ke nol kasus dan zona hijau. “Saya tetap berharap kerja sama semua pihak agar kondisi ini tetap bisa dipertahankan hingga Wajo kembali ke nol kasus dan zona hijau,” harapnya.
Ia pun meminta Satgas Covid-19 Wajo tidak kendor memperketat protokol kesehatan terutama mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah sehingga perekonomian tetap bergerak.
“Keduanya harus jalan berbarengan karena ini menyangkut hidup orang banyak. Jadi tetap beraktivitas untuk kegiatan ekonomi sembari menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.
Selain waspada terhadap Covid-19, Amran Mahmud juga meminta kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap bencana alam lainnya, utamanya banjir, tanah longsor, kebakaran, dan puting beliung.
“Saya juga meminta kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap bencana alam lainnya. Apalagi yang berada di wilayah yang menjadi langganan banjir. Saya juga meminta kepada kepala OPD terkait serta camat dan lurah/kepala desa untuk memantau dan melaporkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” bebernya.
Sementara itu, Data Satgas Penanganan Covid-19 Wajo per Minggu (25/7/2021) masih terdapat 73 kasus aktif positif Covid-19. “Masih ada 16 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit dan 57 orang lainnya isolasi mandiri, sementara 3 orang hari ini dinyatakan sembuh,” ungkap Jubir Satgas Covid-19 Wajo, Safaruddin.
Meski hari ini tak ada tambahan kasus baru, Safaruddin meminta masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada. “Tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, Mobilitas yang tidak penting juga mesti kita kurangi. Kalaupun harus bersilaturahmi ke rumah keluarga prokes jangan diabaikan. Silaturahmi penting, tapi keselamatan bersama jauh lebih penting,” pesannya. (wan)
Editor: Ismail Asnawi
















