Untuk pembenahan ruas jalan Kaluku-Tappae, Bupati minta kepada Dinas PUPR untuk bisa dilakukan pemeliharaan. “Kalau bisa dikerja melalui anggaran swakelola. Kalau memang anggaran swakelola tidak mampu, silakan untuk diusulkan di penganggaran 2022. Tapi, untuk tahap pertama, bisa dibenahi dulu misalnya diratakan dan dipadatkan,” kata Amran Mahmud.
Amran Mahmud juga meminta kepada masyarakat untuk bersabar karena dalam hal pengerjaan infrastruktur, khususnya yang swakelola, itu menunggu rampung pada pengerjaan satu titik baru pindah ke titik berikutnya. “Saya minta kesabaran-ta karena saat ini alat Dinas PUPR sementara bekerja di Kecamatan Belawa, setelah itu direncanakan ke Sajoanging baru ke Keera ini. Apalagi kalau musim hujan, alat tidak bekerja karena hasilnya tidak maksimal,” tuturnya.
Terkait usulan masyarakat tentang pembangunan Jembatan Sappewalie yang saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, Amran Mahmud meminta kepada Dinas PUPR untuk bisa dikerja melalui swakelola. “Selain jembatan ini menghubungkan Kaluku-Bakke’e-Buluawo, jembatan ini juga sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengangkut hasil laut, tambak dalam hal ini hasil tangkapan ikan dan rumput laut, serta mempermudah mereka sampai ke lokasi tambak masing-masing,” kata Amran Mahmud.
Setelah itu, Amran Mahmud bersama rombongan melanjutkan ke Kelurahan Benteng meninjau lokasi yang diaspirasikan masyarakat setempat. Mereka meminta agar air Sungai Siwa bisa dipompa untuk membantu mengairi sawah masyarakat.
Amran pun menginstruksikan Dinas Pertanian melalui Kabid Sarana Prasarana Pertanian dan Kabid Tanaman Pangan untuk mengupayakan hal tersebut. “Saya minta kepada Dinas Pertanian untuk membantu memfasilitasi. Silakan buat rancangan kebutuhan, jika memungkinkan kita bisa prioritaskan di perubahan anggaran. Ini menjadi penting, terutama di musim gadu yang biasanya curah hujan rendah, masyarakat tentu membutuhkan suplai air yang lebih besar,” ucap Amran Mahmud.(syaf)
Editor: Manaf Rachman
















