MEDIAISNERGI.CO WAJO — Bupati Wajo, Amran Mahmud menghadiri pembekalan dan pelepasan Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan Plus (KKLP) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) dan Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Lamaddukkelleng di Kampus Lamaddukkelleng, Senin (2/8//2021).
Untuk diketahui program KKLP ini diikuti 94 orang mahasiswa dari civitas STIE/STIH Lamaddukkelleng. KKLP yang berjalan kurang lebih satu bulan ini akan disebar dua kecamatan yakni Kecamatan Maniampajo dan Tanasitolo.
Selain Bupati Wajo, turut hadir pada kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini yaitu Pimpinan Dan Ketua STIE/STIE Lamaddukkelleng, Camat Tanasitolo dan Camat Maniangpajo, para Dosen serta peserta KKLP.
Ketua STIH Lamaddukkelleng, Ismail Ali menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Bupati Wajo, yang di tengah kesibukan yang begitu padat, masih menyempatkan hadir di Kampus Lamaddukkelleng untuk melepas peserta KKLP.
“Ini membuktikan bahwa sejak menjadi Bupati Wajo, perhatian beliau tetap konsen terhadap dunia pendidikan. Ini bukti bahwa bupati memiliki perhatian dan kecintantaan yang sangat besar di dunia pendidikan, khususnya di Kampus Ungu Lamaddukkelleng,
Kegiatan ini, Lanjut Ismail Ali merupakan program mata kuliah yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada para mahasiswa guna mengimplementasikan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini masih relavan dan dapat dilaksanakan sebagai betuk pengabdian kita pada masyarakat karena KKLP ini adalah untuk pengemplementasian dari teori yang di dapat mahasiswa di kampus selama ini,” ungkapnya.
Mengingat kegiatan ini di masa Pandemi, program KKLP STIH/STIE Lamaddukkelleng angkatan XIX tahun 2021 kali ini mengusung tema “Peran Serta Civitas Perguruan Tinggi dalam Upaya Pencegahan dan Penyebaran Pandemi Covid-19”.
“Kami berharap kepada mahasiswa, karena KKLP ini sebagai wahana bagi adik-adik untuk berbaur dengan masyarakat, maka protokol kesehatan selalu dijaga,” pesannya.
“Kami juga tentu berharap bantuan dan dorongan semua pihak agar bisa tercipta sinergitas antar perguruan tinggi dengan masyarakat dan pemerintah daerah,” tutup Ismail.
















