Menurutnya, hal-hal kecil yang kami lakukan. adalah survei destinasi. seperti hotel bagaimana prokesnya. “Bahkan saat ini, siswa yang mau praktek kesulitan mencari tempat PKL. Karena banyak travel dan hotel yang tutup, ” kata Didi.
“Untuk itu, kita lakukan dulu hal-hal kecil untuk lebih berarti bagi pariwisata Sulsel, ” katanya.
Dijelaskan, hal-hal yang bisa dilakukan misalnya kita siapkan paket baru, destinasinya, mudah-mudahan bisa menjadi bagian dan bergerak besama. “Saya yakin akan kita tuai hasilnya,” katanya.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Sulawesi Selatan, Suhardi berharap apa yang dilakukan forum ini, bisa mengangkat kembali pariwisata. “Kita lihat semua destinasi, di semua daerah sulsel. karena yang berdampak sama kita adalah paket, “katanya.
Ketua Masata Sulsel, Hatta AH mengatakan, saat ini Masata menjadi pendamping 161 desa wisata yang ditetapkan Plt Gubernur baru-baru ini. “Saat ini kita pendamping desa pariwisata di daerah. Melalui peran ini nantinya, kita akan menyiapkan infrastrutur untuk teman seperti asita, Gipi, dan lain-lain, ” kata Hatta Alwi Hamu.
“Sekarang forum ini sedang disosialisasi, semoga ke depannya bisa mengangkat pariwisata sulsel kembali,” katanya. “Kita juga bisa diskusi dengan teman. Masata siap mengawal 161 desa wisata, kami siap mengawal nantinya, ” kata Hatta. (**)
Editor: Manaf Rachman
















