Untuk itu Taufan Pawe mengatakan musyawarah daerah di 8 kabupaten kota belum rampung karena ingin mencari pemimpin terbaik.
“Kita pakai pendekatan kualitas, bukan kuantitas. Keterlambatan ini karena kita butuh figur ketua DPD II yang siap menangkan Airlangga siap menang pileg dan menang pilkada. Ini bagian paradigma saya untuk ubah Golkar jadi Golkar baru,” kata Taufan Pawe.
Dalam delapan bulan ini Taufan Pawe rutin berkeliling 24 kabupaten kota menggerakkan kader bekerja untuk Airlangga Hartarto.
Bagi Taufan Pawe, Airlangga Hartarto adalah simbol kemuliaan partai. Untuk itu harga mati bagi kader untuk bergerak memperkenalkan figur Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024, agar lebih dikenal oleh masyarakat. (*)
Editor: Manaf Rachman
















