Sekadar informasi, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) merupakan sinergi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan dalam menyediakan beasiswa pendidikan pascasarjana tahun anggaran 2021.
Beasiswa yang disediakan berupa beasiswa pendidikan program magister dan doktoral untuk dosen dan calon dosen pada Perguruan Tinggi Akademik (PTA). Program beasiswa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen dan calon dosen.
Salah satu dari ketiga dosen tersebut, yakni Syaharuddin adalah alumni S1 Ilmu Pemerintahan Unpacti Makassar. Pria kelahiran Ujung, 26 Juli 1982, kemudian melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2) di Ilmu Administrasi Publik STIA LAN Makassar.
Rekannya, Imam Mukti yang kelahiran Kolaka, 07 Oktober 1982, menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) pada Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar (Tahun 2001, Program Beasiswa Binaan UMI), kemudian melanjutkan studi S2 Ilmu Komunikasi pada Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar (2013, Program Beasiswa BPPDN).
Sedangkan Zaldi Rusnaedy, yang kelahiran Jeneponto, 19 Juli 1992, meraih gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (SIP) dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dan kemudian merebut gelar Magister Ilmu Pemerintahan (MIP) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Dekan Fisipol Unpacti, Drs Qamal Adnan MSi, yang dimintai komentarnya mengaku bangga kepada Imam Mukti, Syaharuddin, dan Zaldi Rusnaedy yang berhasil meloloskan proposalnya hingga menerima beasiswa lanjut kuliah S3.
“Luar biasa semangat teman-teman melanjutkan kuliah hingga jenjang S3. Hampir semua dosen Fisipol Universitas Pancasakti Makassar sekarang sudah S3 atau sementara lanjut S3,” kata Qamal yang juga sedang merampungkan kuliahnya pada Prodi S3 Ilmu Administrasi Publik UNM.(Ananda)
Editor: Ismail Asnawi

















