Home / Artikel

Selasa, 21 September 2021 - 10:11 WIB

BJ. Habibie sebagai Pemimpin Multi Dimensi

SUPARDI, SE

SUPARDI, SE

Oleh : SUPARDI, S. E

PENDAHULUAN

Sejak kepemimpinan seseorang akan selalu dikenang, yang nanti akan menjadi inspirasi dari generasi berikutnya, sosok dan karakter dari gaya kepemimpinan seseorang cenderung akan diikuti oleh orang – orang yang menganggapnya cocok pada masa atau zamannya, ataupun juga dianggap lebih bagus dibanding yang lain pemimpin yang lainnya, namun adajuga gaya kepemimpinan yang memang menjadi warisan turun temurun, selalu menjadi pujaan orang, bahkan selalu melekat dalam hati masyarakat, baik orang yang telah dipimpinnya maupun oleh orang lain yang sebenarnya tidak memiliki hubungan sama sekali.

Prof BJ. Habibie atau nama lengkapnya Burhanuddin Djusuf Habibie, merupakan salah satu sosok pemimpin transformasional, sejak dahulu hingga beliau melepas jabatan sebagai presiden pun, sosok beliau selalu menjadi idola dan inspirasi oleh banyak orang, bukan hanya oleh orang Indonesia tetapi juga oleh bangsa lain, sosok presiden ke 3 (tiga) Indonesia ini selain sebagai peletak demokrasi Indonesia, dengan kebebasan pers serta pelaksanaan pemilihan umum pertama secara demokratis pada tahun 1999, yang kemudian menjadi warisan fundamental bangsa kita tercinta Indonesia sampai saat ini.

Baca Juga:  Selayang Pandang Peringatan HALUN 2022 dan Lahirnya Organisasi LLI

Bukan saja sebagai seorang presiden, BJ. Habibie juga menjadi pendiri Ikatan Cendekiwian Muslim Indonesia atau lebih dikenal nama ICMI dan menjadi ketua pertama dari organisasi ICMI tersebut yang kiprahnya sampai saat ini masih terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara, selain sebagai pendiri organisasi ICMI sang Professor BJ. Habibi juga menjadi peletak batu pertama berdirinya Bank Muamalat sekaligus sebagai konseptor dari Bank Syariah yang sampai sekarang menjadi kiblat perbankan islam di Indonesia.

Pria kelahiran pare-pare Sulawesi Selatan pada tanggal 25 Juni 1936 ini sangat dikenal dalam dunia dirgantara, dia merupakan manusia pertama yang bukan hanya di Indonesia tapi di dunia yang memperlihatkan cara menghitung gejala perambatan keretakan pesawat secara acak yang membuatnya dikenal dengan Mr. Crack, juga dikenal dengan berbagai teori, seperti Teori Habibi, Faktor Habibi, dan Fungsi Habibi.

Profesor BJ. Habibi yang merupakan pemimpin transformasional bukan saja meletakkan demokrasi di Indonesia, juga sebagai ilmuan serta sebagai muslim yang sholeh dengan cerita cinta bersama istrinya Ainun Habibi yang tidak bosan untuk selalu dibahas dan tonton, sehingga diakhir hidupnya Presiden Jokowi memberikan penghormatan takzim dengan ucapan selamat jalan Mr. Crack dan Sang Pioner, BJ Habibi akan selalu menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

Baca Juga:  Tahap ke 20, 3 Juta Vaksin Moderna dari COVAX Tiba di Tanah Air

PEMBAHASAN

Gambaran gaya dan pola kepemimpinan yang telah ditorehkan oleh BJ. Habibi dapat dilihat dari banyaknya warisan yang telah ditinggalkan untuk bangsa dan negeri ini, bahkan menjadi warisan untuk dunia, peletakan system demokrasi pertama di Indonesia, pendiri ICMI serta sebagai konseptor pada perbankan Syariah di Indonesia menjadikan BJ. Habibi sebagai sosok pemimpin transformasional
kepemimpinan Habibie tersebut sejalan dengan teori tentang kepemimpinan transormasional yang menyebutkan bahwa ada empat kunci utama seorang pemimpin dalam menerapkan kepemimpinan transformasional kepada timnya.

Pemimpin dituntut untuk mampu membangun kedekatan hubungan (Engagement), memberikan tantangan untuk selalu naik kelas (Encourage), meningkatkan motivasi (Energizing) dan memberikan ruang dan kepercayaan kepada tim (Empowering).

Share :

Baca Juga

Artikel

Dua Satkamling Di Soppeng Disambangi Tim Dit Binmas Polda Sulsel

Advertorial

Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

Artikel

Refleksi Sumpah Pemuda: Musmuliadi Ingatkan Pemerintah Wajo Soal Janji Program Muda Milenial Maradeka

Artikel

Cahaya dari Timur: Refleksi Hari Santri dan Warisan Keilmuan As’adiyah

Artikel

Musmuliadi: Melecehkan Pesantren Sama Saja Merendahkan Akar Moral Bangsa

Artikel

PPENTINGNYÀ PERAN dan FUNGSI MEDIA

Advertorial

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi