Home / Artikel

Selasa, 21 September 2021 - 10:11 WIB

BJ. Habibie sebagai Pemimpin Multi Dimensi

SUPARDI, SE

SUPARDI, SE

Pemimpin transformasional mencoba untuk membangun kesadaran timnya membangun dan menentukan cita-cita yang besar dan moralitas yang tinggi sesuai dengan ‘values’ mereka.

Dengan begitu, tim akan selalu termotivasi untuk melakukan hal yang lebih baik lagi untuk mencapai sasaran organisasi. ini pemimpin tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang bertugas untuk memberikan visi gerakan dan kemudian mendiseminasikan kepada timnya, pemimpin justru menjadi interpreter (penerjemah) visi bersama para anggotanya untuk ditransformasikan dalam bentuk kerja nyata kolektif yang mutual.

Kepemimpinan transformasional, pemimpin harus mampu berfikir cepat, melakukan analisa yang tepat, berkeputusan dan bertindak cepat. Dalam sudut pandang pikiran ahli komunikasi, pemimpin role model itu tidak hanya mengandalkan hasilnya berupa terbangunnya image positif bagi dirinya, tetapi juga harus dibarengi karya-karya yang bersifat akbar dan monumental serta memberikan manfaat bagi organisasi. Esensinya berarti, seorang pemimpin yang sekaligus sebagai role model harus selalu mampu memberikan contoh yang baik dan keteladanan bagaimana berfikir dan bertindak.

Baca Juga:  Cegah Money Politik, Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Gelar Penyuluhan Politik di Tabo-Tabo Pangkep

KESIMPULAN

Bahwa kepemimpinan transformasional ditentukan oleh beberapa faktor diantaranya adalah keperibadian, kepemimpinan yang terbentuk dari budaya, agama dan didikan karakter dari dalam keluarga dan lingkungan (budaya intelektual). Dalam membangun kedekatan, karisma dan menjadi role model merupakan bagian yang sangat penting dalam kepemimpinan transformasional.

Namun keduanya tidak cukup untuk melakukan proses transformasi. Pemimpin perlu memberikan tantangan untuk berinovasi dan mencapai performa atau prestasi yang tertinggi dengan melatih dan memberikan dukungan motivasi kepada timnya. Hal tersebut akan tercapai akibat terjadinya proses coaching dan mentoring yang merupakan salah satu alternatif  pemimpin transformasional dalam mengembangkan potensi pegawai dalam rangka peningkatan kinerja individu dan kinerja organisasi.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Kemenkumham Lakukan Evaluasi Prokes di Lapas

Dianggap menjadi pemimpin multi dimensi karena mampu meletakkan berbagai pondasi baik dalam hal kedirgantaraan, Sosial Budaya, Agama dan Politik, Sebagian besar masyarakat mengenal sebagai penemu pesawat, sementara yang dilain sisi juga sebagai pendiri dan konseptor ekonomi Syariah melalui pendirian bank muamalat dan Organisasi ICMI, kisah cintanya dengan Ainun Habibi juga sangat menarik dan menghipnotis generasi muda, sedangkan di politik dengan gayanya yang khas menjadikan Indonesia sebagai negara demokrasi yang dimulai sejak tahun 1999 sampai pada saat ini, sehingga tidak salah kalau Prof BJ. Habibi dikatakan sebagai Pemimpin Multi Dimensi.(*)

Share :

Baca Juga

Artikel

Dua Satkamling Di Soppeng Disambangi Tim Dit Binmas Polda Sulsel

Advertorial

Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

Artikel

Refleksi Sumpah Pemuda: Musmuliadi Ingatkan Pemerintah Wajo Soal Janji Program Muda Milenial Maradeka

Artikel

Cahaya dari Timur: Refleksi Hari Santri dan Warisan Keilmuan As’adiyah

Artikel

Musmuliadi: Melecehkan Pesantren Sama Saja Merendahkan Akar Moral Bangsa

Artikel

PPENTINGNYÀ PERAN dan FUNGSI MEDIA

Advertorial

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi