Home / Advertorial / Artikel

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:03 WIB

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Tak sekadar memimpin dari balik meja. Mereka turun, menyentuh jejak warga.
H. Andi Rosman dan H. Baso Rakhmanuddin, Menyerap aspirasi, membangun dari hati yang jernih.(humas

Tak sekadar memimpin dari balik meja. Mereka turun, menyentuh jejak warga. H. Andi Rosman dan H. Baso Rakhmanuddin, Menyerap aspirasi, membangun dari hati yang jernih.(humas

Oleh: Eddy Mulyawan

MEDIASINERGI.CO WAJO — Pagi ini, Jum’at 30 Mei 2025. genap seratus hari pasangan H. Andi Rosman dan H. Baso Rakhmanuddin memimpin Bumi Lamadukkelleng, setelah resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto, Jakarta 20 Februari 2025 lalu.

Seratus hari memang bukan lembar waktu yang panjang dalam buku besar pemerintahan. Namun, bagi dua pemimpin baru Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan, waktu itu cukup untuk mulai menulis bab pertama dari perubahan.

Tiga bulan lalu yang dijalani bukan sekadar masa adaptasi, tetapi menjadi pondasi awal, tempat cita-cita ditanam, dan harapan rakyat mulai dirajut dengan penuh kesungguhan.

Baca Juga:  DPRD Wajo Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pemandangan Umum Fraksi

Dengan mengusung visi agung “MARADEKA”, Rosman–Baso tidak sekadar menjalankan roda pemerintahan. Mereka hadir membawa napas baru, menyuntikkan semangat kemandirian dan keadilan dalam setiap denyut kebijakan.

MARADEKA Maju, Religius, Bermartabat, Terdepan, dan Berkeadilan bukan hanya rangkaian kata penuh gema, melainkan ruh yang hidup dalam setiap langkah.

“Visi ini bukan sekadar cita, tapi janji kami kepada rakyat Wajo bahwa daerah ini akan ditata dengan keberanian, kejujuran, dan keadilan,” ujar Bupati H. Andi Rosman dalam forum perdana pemerintahannya.

Baca Juga:  Buka Resmi Evaluasi Peta Rencana SPBE, Irwan Bangsawan Tekankan Koneksitas Transformasi Digital
Bersama dalam cinta, bersama dalam tugas, Pemimpin dan pendampingnya melangkah tegas. Satu hati, satu irama Untuk Wajo yang MARADEKA.(humas)

Bersama sang Wakil, H. Baso Rakhmanuddin, mereka menggulirkan empat misi utama: membangun kemandirian ekonomi yang inklusif, mereformasi birokrasi yang lebih profesional, mencetak sumber daya manusia yang cerdas dan berkarakter, serta menjaga keberlanjutan alam demi generasi mendatang.

Namun seperti halnya permulaan sebuah perjalanan, rintangan tak luput menghadang.

Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang menjadi tantangan awal. Tetapi dari celah sempit fiskal itu, lahir ketekunan dan kreativitas. Pemerintah memperketat belanja, memangkas program non-prioritas, dan menguatkan pengawasan internal.

Share :

Baca Juga

Advertorial

Anak Cucu La Patau Matanna Tikka Bakal Berkumpul di Bone, Haul ke-312 Disiapkan Meriah

Advertorial

Dosen FT UNM Gelar Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru IGTKI Kecamatan Pattallassang, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis Digital

Advertorial

Dosen UNM Dampingi Remaja Parambambe Kelola Sampah dengan Teknologi IoT

Advertorial

Tingkatkan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar: Dosen Fakultas Teknik UNM Gelar Pelatihan Coding Menggunakan Code.org

Advertorial

Wajo Benahi Data Pembangunan, Seluruh OPD Dikumpulkan di Diskominfotik

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Kredit Konstruksi Rp17,5 Miliar, Makin Mudahkan Peserta Miliki Rumah

Advertorial

Kominfotik Wajo Ikut Kerja Bakti Gerakan Indonesia Asri, Andi Musdalifah: Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

Advertorial

Bupati Wajo Ingatkan ASN Tidak Live di Media Sosial Selama Jam Kerja