“Vaksinasi ini adalah menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena di Kantor BKPSDM sarana komputer memadai, sehingga kita pusatkan di sini. Ini kita lakukan sebagai wujud “yassiwajori”. Petugas vaksinasi kita yang belum sempat menginput ke aplikasi karena mungkin sinyal kurang bagus atau karena mobilitasnya tinggi untuk door to door, kita minta untuk dikirimkan data manual registrasinya agar dibantu di kabupaten untuk penginputan ke aplikasi,” papar Amran Mahmud yang berada di kantor BKPSDM hingga tengah malam.
Aplikasi P-Care Vaksinasi adalah bagian terintegrasi dari Sistem Satu Data Vaksinasi Covid-19 yang mendukung proses pencatatan dan pelaporan pelayanan vaksinasi di fasilitas kesehatan. Data hasil input P-Care Vaksinasi akan terintegrasi pada tabulasi dan dashboard Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).
“Data di KPC-PEN ini adalah data yang terbaca di tingkat pusat. Jadi selain memaksimalkan pendataan manual, tidak kalah pentingnya juga inputan capaian vaksinasi melalui aplikasi P-Care Vaksinasi yang terintegrasi dengan KPCPEN,” ungkap Bupati yang bergelar Doktor ini.
Selain itu, lanjut Amran Mahmud, pihaknya sudah menginstruksikan Sekretaris Daerah Wajo untuk menugaskan setiap OPD agar bertanggungjawab terhadap satu puskesmas. Ini dimaksudkan guna memastikan data manual registrasi dan capaian vaksinasi masing-masing terinput dan terintegrasi dengan aplikasi P-Care Vaksinasi.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas usaha dan kerja keras dari semua. Semoga Allah SWT mencatatnya semua sebagai kebaikan yang berlipat ganda,” pungkasnya. (din)
Editor: Manaf Rachman
















