Dana sebanyak Rp 1 miliar BPM melalui program Kotaku ini, kata Amran Mahmud, tidak seberapa dibandingkan bantuan AIA yang lainnya. Misalnya, pelaksanaan jalan nasional di Wajo yang sebagian besar sudah terlaksana, Bendungan Paselloreng dan Bendung Gilireng yang sudah diresmikan Presiden Jokowi, bantuan bedah rumah atau BSPS yang sudah sekitar 3.000 unit, dan berderet bantuan lainnya.
“Selain itu yang saat ini sementara dikomunikasikan di tingkat kementerian adalah renovasi Rumah Adat Atakkae. Begitu pula, jika tidak ada halangan, tahun 2022 depan kita akan mendapatkan pembangunan sarana air bersih atau water treatment plant. Semua adalah bentuk kepedulian dan atensi beliau untuk masyarakat Kabupaten Wajo,” jelasnya.
Amran Mahmud pun meminta masyarakat agar menjaga dan merawat program yang ada, seperti program Kotaku ini. “Mari kita doakan beliau (AIA) agar tetap sehat dan tetap membantu pembangunan daerah kita,” ucapnya.
Sementara, Andi Iwan Darmawan Aras menyampaikan bahwa harapan dari program Kotaku adalah wilayah kumuh makin sedikit di suatu kawasan. Selain itu, lebih bersih dan lebih asri serta taraf kesehatan masyarakat lebih meningkat.
Bahkan, kata dia, untuk pengerjaannya memberdayakan masyarakat sebagai pelaksana. Ini merupakan upaya untuk menekan efek pandemi COVID-19 yang banyak terdampak, khususnya perekonomian mereka.
“Program Kotaku akan lebih ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya. Ini adalah bentuk pengabdian saya sebagai putra daerah. Apalagi Pak Bupati H Amran Mahmud aktif berkoordinasi dengan kami untuk pengajuan bantuan di kementerian,” tutur sang legislator.(din)
Editor: Manaf Rachman
















