Home / Sulsel

Sabtu, 25 Desember 2021 - 14:44 WIB

Menegur dan Menasehati Ala Cucu Rasulullah SAW dan Umar bin Khattab

Laporan: Asnawin Aminuddin

MEDIASINERGI.CO MAKASSAR — Kita semua pernah berbuat dosa. Kita semua pernah melakukan kesalahan. Kalau kita menyadari perbuatan dosa kita, kalau kita menyadari kesalahan kita, maka yang harus kita lakukan Rasulullah SAW bersabda. “Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat.”

Bagaimana kalau kesalahan atau dosa itu dilakukan oleh orang lain? Bagaimana cara menegur atau mengingatkannya?

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa-Sallam bersabda, ‘Barangsiapa dari kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, ingkarilah dengan hatinya, dan itu merupakan selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim, No. 49)

Bagaimana kalau kesalahan yang dilakukan saudara kita, bukan kita yang melihatnya secara langsung, tapi disampaikan oleh orang lain? Dalam Surah Al-Hujurat, surah ke-49, ayat ke-6, Allah berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.”

Baca Juga:  Danny Pomanto Sampaikan Pesan Berharga di Momen Satu Abad PDAM Makassar

Kalau kita menerima informasi mengenai keburukan orang lain, kalau kita menerima informasi mengenai kesalahan yang dilakukan orang lain, maka jangan langsung percaya, telitilah terlebih dahulu kebenarannya, konfirmasilah kepada yang bersangkutan.

Karena tidak semua orang yang memberi atau membawa berita itu adalah orang baik. Boleh jadi mereka adalah orang-orang fasik, orang-orang munafik, atau orang yang selama ini memang dikenal suka berbohong atau selalu berpikiran negatif.

Jangan Paksakan Diterima

Kalau kita ingin menasehati, jangan paksakan agar nasehat kita diterima. Rasulullah pun tidak bisa memaksakan nasehatnya untuk diterima. Rasulullah sangat dekat dengan pamannya, Abu Thalib. Abu Thalib-lah yang memelihara dan membesarkan Rasulullah hingga Rasulullah menikah dengan Sitti Khadijah.

Abu Thalib bahkan masih hidup hingga Muhammad diangkat menjadi Nabi pada usia 40 tahun, dan juga pembela utama Rasulullah dalam tahun-tahun awal perjuangannya menyebarkan agama Islam.

Baca Juga:  Wakili Wawali, Kadishub Hadiri Peresmian Green SM Taksi Listrik Modern Pertama di Makassar

Tapi Abu Thalib sendiri tetap dengan agamanya sebagai penyembah berhala. Rasulullah terus menerus meminta dan menasehati pamannya, Abu Thalib, agar meninggalkan agamanya sebagai penyembah berhala dan memintanya masuk Islam dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, namun hingga akhir hayatnya, Abu Thalib tetap tidak pernah bersyahadat.

Cari Waktu Yang Tepat
Kalau kita ingin menasehati saudara kita, maka cari waktu dan suasana yang tepat untuk memberi nasehat atau menegur, jangan menegur di depan orang banyak, karena bisa mempermalukan orang dan bisa juga membuat orang jadi marah. Sangat dianjurkan agar memberi nasehat secara rahasia, berdua saja, jangan ada orang lain yang mendengarkan.

Berbicara dengan Lemah Lembut
Fir’aun mengaku dirinya Tuhan. Tentu sudah sangat keterlaluan, tapi Allah SWT memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun menemui dan menegur Fir’aun, tetapi Allah SWT mengingatkan agar mereka berdua berbicara dengan lemah lembut.

Share :

Baca Juga

Sulsel

Respons Isu Hibah Rp15 Miliar, Ketua KONI Makassar: Sudah Sesuai Aturan dan Disetujui DPRD

Sulsel

Ketua TPAD Makassar: Hibah KONI Legal, Sesuai Seluruh Mekanisme dan Regulasi

Sulsel

Merajut Sinergi Shelter Warga dan Bhabinkamtibmas Satukan Langkah untuk Masyarakat

Sulsel

Hadiri Panen Raya Tebu TNI, Wabup Takalar Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Sulsel

Kecamatan Ujung Pandang Gencarkan Gerakan Zero Sampah di Pulau Lae-Lae

Sulsel

Reses Ketua DPRD Wajo di Padduppa Berlangsung Interaktif, Warga Sampaikan Aspirasi Jalan, Drainase, hingga Pelayanan Publik

Sulsel

Reses AD Mayang Diserbu Ratusan Warga, Jalan Paria – Tosora Jadi Aspirasi Utama

Sulsel

Reses, Mustarin Serap Aspirasi Warga, Dorong Infrastruktur, Pemberdayaan Ekonomi hingga Akses Pendidikan Melalui PIP