Home / Kesehatan

Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:09 WIB

Jenis Obat Darah Rendah yang Perlu Diketahui

Jenis Obat Darah Rendah yang Perlu Diketahui.--Alodokter--

Jenis Obat Darah Rendah yang Perlu Diketahui.--Alodokter--

Contoh obat katekolamin yang sering digunakan adalah epinefrin, dobutamin, dan isoproterenol.

4. Antibiotik
Untuk tekanan darah rendah yang terjadi karena sepsis, dokter akan memberikan antibiotik guna mengatasi infeksi berat akibat bakteri. Jenis antibiotik yang diberikan pun akan disesuaikan dengan jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pada tubuh.

5. Pemberian cairan infus
Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah pun dapat berkurang. Kondisi ini dapat memicu terjadinya penurunan tekanan darah. Penurunan tekanan darah akibat kekurangan volume darah biasanya terjadi pada kasus dehidrasi akibat diare atau muntah terus-menerus.

Jika kondisi ini tidak terkendali dengan pemberian cairan lewat mulut, dokter akan memberikan cairan infus untuk mengatasi dehidrasi yang terjadi dan mempercepat proses pemulihan.

Baca Juga:  Satpol PP Komitmen Massifkan Patroli di Sinjai

6. Transfusi darah
Pada kondisi hipotensi yang disebabkan perdarahan hebat, seseorang akan mengalami penurunan volume dan aliran darah dalam tubuh. Hal ini berdampak pada menurunnya tekanan darah secara drastis.

Apabila pasien kehilangan banyak darah yang menyebabkan kadar darah merah atau hemoglobin berada di bawah 7–8 g/dL darah, dokter akan melakukan prosedur transfusi darah.

Pemilihan jenis dan dosis obat darah rendah harus disesuaikan dengan kondisi penderita. Itulah sebabnya, penderita harus memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter agar mendapatkan obat-obatan obat yang sesuai.

Cara Mencegah Komplikasi Tekanan Darah Rendah

Selain mengonsumsi obat darah rendah, ada beberapa langkah yang Anda perlu terapkan guna mencegah komplikasi hipotensi. Beberapa langkah pencegahan tersebut meliputi:

Baca Juga:  Cegah Corona dengan Memperkuat Imun Tubuh, Hindari Makanan Ini!

*Konsumsi makanan bergizi seimbang dan tinggi garam, sebab garam bisa meningkatkan tekanan darah.
*Penuhi kebutuhan cairan dengan minum air putih dan makan buah yang banyak mengandung air.
*Hindari konsumsi minuman berkafein dan batasi minuman beralkohol.
*Lakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin.
*Hindari mengubah posisi tubuh secara tiba-tiba, misal dari posisi tidur ke berdiri.
*Kenakan kaus kaki kompresi guna mencegah penumpukan darah di kaki.

Perlu Anda ingat bahwa hipotensi umumnya tidak berbahaya bila hanya terjadi sesekali. Namun, jika gejala hipotensi terjadi secara terus-menerus sehingga mengganggu aktivitas, konsultasikan kondisi Anda ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat dan komplikasi dapat dicegah.(Sumber: Alodokter)

Share :

Baca Juga

Kesehatan

Menaker: BPJS Ketenagakerjaan Harus Cegah Kecelakaan Kerja, Bukan Sekadar Urus Klaim

Daerah

Bupati Soppeng Harapkan Peningkatan Pelayanan di RSUD La Temmamala

Kesehatan

Lima Makanan Bisa Turunkan Tekanan Darah

Kesehatan

Empat Cara Turunkan Berat Badan Sebelum Tidur

Kesehatan

MITOS, Mencuci Beras Bisa Berdampak Negatif

Kesehatan

Tidak Boleh Disantap Enam Makanan Bersama Buah Durian

Kesehatan

Gejala Penyakit Jantung Bisa Terlihat di Kuku

Kesehatan

Minum Kopi Pahit Mengatasi Gejala Flu dengan Cepat