MEDIASINERGI.CO.BONE — Adanya warga Kabupaten Sinjai, Asdar (29) yang terpaksa membawa pulang jasad bayinya menggunakan sepeda motor lantaran tak mampu membayar biaya ambulans RSUD Pancaitana, Kabupaten Bone, dinilai merusak citra baik Pemerintah Kabupaten Bone yang dinahkodai Dr. H Andi Fahsar Mahdin Padjalangi bersama H Ambo Dalle.
Hal ini mengundang reaksi Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Bone Hamsir Kawaru yang dikutip saudaragarnews.
Dia meminta pemerintah mengevaluasi dan memberhentikan Direktur Utama (Dirut) RSUD Pancaitana, Kabupaten Bone sebagai bentuk komitmen nawa cita yang dibagun oleh pemerintah pusat hingga ke daerah.
“Ini tentu bisa merusak citra pemerintah daerah, olehnya itu kami meminta kepada Bupati Bone agar mengevaluasi Dirut RSUD Datu Pancaitana,” ungkap Hamzir, Selasa 1 Fabruari 2022.
Menurut Hamzir Penanggungjawab mobil ambulance di RSUD Pancaitana jika terkendala dengan aturan maka bisa mengambil inisiatif dengan bicara dengan baik untuk menghubungi mobil layanan sosial lainnya diluar pemerintahan.
















