Dua hari kunjungannya di Sumut itu ternyata aparat di daerah tidak bisa mencegah kerumunan warga masyarakat. Di mana pun Presiden hadir, tempat itu langsung menjadi lautan manusia. Sangat berbahaya. Presiden dan rombongan tentu aman, karena dijaga ketat oleh Pasukan Pengamanan Presiden. Tapi, kerumunan itu rentan bagi masyarakat setempat jika terpapar virus. Kita tahu fasilitas kesehatan di luar Jawa masih sangat minim. Hatta untuk swab saja, masih perlu waktu seminggu untuk mengetahui hasilnya. Sayang, kalau Presiden Jokowi sampai jadi bulan-bulanan kritik rakyat karena dianggap bersikap paradoks.
Sejak semalam di WAG wartawan telah beredar info mengenai pembatalan Presiden RI hadir secara fisik. Info itu bersumber dari hasil rapat video conference ( Vidcon) protokol Presiden RI dengan jajarannya, Sabtu (6/2) siang. Kesimpulan rapat , “rencana kunker RI 1 ke Kendari Sultra, ditunda sehubungan meningkatnya kasus Covid19”
Hari Lahir PWI
Peringatan Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tahun di Tanah Air, merupakan hari bersejarah yang mengabadikan hari lahir PWI (Persatuan Wartawan Indonesia),organisasi wartawan pertama di Indonesia di Solo, 9 Februari 1946. Keputusan Presiden RI No 5 tahun 1985 kemudian menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional.
Praktis sejak itu, HPN dilaksanakan secara bergiliran di daerah. Biasanya menjadi semacam kongres tahunan wartawan Indonesia, karena dihadiri ribuan jurnalis, dan tokoh pers dari seluruh Tanah Air.
Tahun lalu, sebenarnya peringatan HPN 2021 ditetapkan di Kendari, Sultra. Namun urung disenggarakan karena situasi pandemi, Peringatan HPN 2021 kemudian dipindahkan di DKI Jakarta, dengan pusat kegiatan di Taman Impian Jaya Ancol. Pada puncak acaranya Presiden Jokowi hadir memberi sambutan melalui virtual. Data penyebaran virus Covid19 waktu itu juga signifikan, mendekati angka 10 ribu kasus.
/Sebagian acara sudah hybrid
Panitia HPN 2022 bukan tidak mengantisipasi kemungkinan melonjaknya angka penularan Covid19.
Aury Jaya, Ketua HPN 2022 dalam siaran persnya awal minggu lalu telah menggambarkan itu. Ia menjanjikan sebagian dari 40 mata acara HPN dilaksanakan secara hybrid. Maksudnya, sebagian dilangsungkan secara virtual. Puncak acara sendiri, Rabu 9 Februari,dibatasi hanya untuk 400 undangan dari biasanya 4000 tamu. (***)
















