Home / Pendidikan

Sabtu, 19 Maret 2022 - 13:49 WIB

Tidak Ada Dualisme di IKA SMANSa 82, PAS82 Lahir Sebagai Organisasi Tersendiri

Chacha yang juga saat ini menjabat Sektetaris Umum IKA UVRI/UPRI membeberkan lagi, bahkan saudara Yusri dihadapan forum audiensi itu secara tegas menerangkan bahwa dalam AD/ART IKA SMANSa tidak ada diatur bahwa kepengurusan atau organisasi alumni di tingkat angkatan hanya 1, karenanya kehadiran PAS82 sebagai organisasi resmi yang menghimpun ratusan alumni SMANSa 82 berhak pula untuk mendapatkan pengakuan dan diakomodir oleh IKA SMANSa.

“Kakanda-kakandaku di PAS82 punya hak yang sama untuk diakomodir IKA SMANSa dan berhak pula mengikuti seluruh program kegiatan IKA SMANSa seperti TENAS, Liga Futsal dan lainnya. Bahkan diharapkan dengan kehadiran teman-teman PAS82 dalam TENAS III di Bali bulan Juni mendatang bisa menjadi salah satu ajang rekonsiliasi untuk mempesatukan kembali alumni SMANSa 82,” ujar Chacha – mengutip kembali pernyataan Yusri Lukman dalam rekaman acara audiensi tersebut.

Kecaman pedas juga diumbarkan Sekretaris IKA IPA9-10 SMANSa 82, James Wehantouw yang menguraikan, jika memang dalam forum audiensi itu pengurus IKA SMANSa tidak menghendaki kehadiran wadah PAS82, tidak sepantasnya bermanis-manis mulut dalam memberikan arahan maupun masukan serta mempersilahkan pelaksanaan Mubes PAS82 berjalan dengan baik dan berjanji akan mengutus pengurusnya hadir mewakili Ketua IKA SMANSa yang berhalangan karena sudah ada agenda penting di Kabupaten Soppeng.

Baca Juga:  Promosikan Prodi Unggulan, Unismuh Makassar Laksanakan Sosialisasi di SMAN 12 Makassar

“Sekali lagi disimpulkan bahwa dalam memberikan keterangan pers di media, saudara Yusri Lukman diduga tidak paham berorganisasi dengan menyebutkan telah terjadi dualisme kepemimpinan di IKA SMANSa 82. Jadi tidak benar pernyataan itu, karena di kepengurusan IKA SMANSa 82 hanya 1 ketua yakni saudara Junaldy Monoarfa. Sementara PAS82 terbentuk dan lahir sebagai organisasi tersendiri yang sama-sama menghimpun anggota dari kalangan alumni SMANSa 82 dan nantinya dipimpin seorang ketua yang akan terpilih dalam penyelenggaraan Mubes PAS82 siang ini di Ebony Ballroom Hotel Gamara Makassar,” papar James yang juga menjabat Dewan Penasehat PWI Sulsel ini.

Baca Juga:  Berikan Pelayanan Maksimal, Ini ke 28 Standar Pelayanan Disdik Sulsel

Lanjutnya lagi, tudingan dualisme kepemimpinan atau kepengurusan itu sepatutnya dialamatkan kepada saudara Junaldy Monoarfa. Alasannya, sebelum menjabat Ketua IKA SMANSa 82, bersangkutan sudah duduk sebagai Wakil Ketua di kepengurusan IKA SMANSa. “Nah, siapa sebenarnya yang dualisme ? Dengan dualisme kepemimpinan atau kepengurusan yang ditunjukkan Junaldy, apakah bersangkutan bisa bekerja maksimal menjalankan tanggung jawabnya di 2 organisasi yang serupa tapi tak sama, ibarat organisasi tingkat pusat dan tingkat cabang,” tukasnya.

“Dualisme kepemimpinan atau kepengurusan yang dipertontonkan Junaldy dan terkesan direstui oleh pengurus pusat IKA SMANSa, juga dapat menimbulkan sinisme dari kalangan alumni lintas angkatan yang bisa saja menafsirkan apakah alumni SMANSa 82 sudah krisis kepemimpinan ataupun figur-figur pemimpin yang berkualitas dan dapat mengembalikan kejayaan serta nama besar Alumni SMANSa 82 yang selama ini jadi cermin maupun panutan bagi angkatan lainnya,” pungkas wartawan senior ini. (man)

Editor: Sudirman

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Pimpinan dan Anggota DPRD Wajo Hadiri Upacara Hardiknas 2026

Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional 2026: Perempuan, Pendidikan, dan Tantangan Digitalisasi di Era Modern

Daerah

Pemkab Pinrang Menunjukkan Keseriusannya Menyokong Program Sekolah Rakyat

Pendidikan

Bangun Kolaborasi dan Sinergitas, Kepala Dinas Kebudayaan Terima Kunjungan Kerja RRI Makassar

Pendidikan

Bahas Zonasi Kota Tua, Bangunan OCB dan ODCB, Kepala Dinas Kebudayaan Audiensi ke Wali Kota Makassar

Pendidikan

Ratusan SD di Makassar Kompak Olah Sampah Jadi Eco Enzym di Momentum HGN 2025

Pendidikan

Seleksi Transparan, Disdik Makassar Petakan Kompetensi Calon Kepala Sekolah

Pendidikan

Pemkot Makassar Siapkan Kuota Sekolah Unggulan untuk Siswa Kurang Mampu