“Semoga dengan Gemantik kita mempersiapkan masjid secara layak untuk beribadah dan pembangunan generasi qur’ani,” harapnya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (DPD PAN) ini menyebut, kini telah ada 3.581 santri dan santriwati di seluruh pondok pesantren ataupun pondok tahfiz yang tersebar di seluruh wilayah Wajo.
Kehadiran para generasi qur’ani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, lanjut Amran Mahmud, diharapkan dapat membangun Wajo dengan segala potensinya.
“Olehnya itu, momentum Hari Jadi Wajo ini kita jadikan kebangkitan dari bencana COVID-19 yang telah menghantam kita,” ucap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo ini.
Sementara itu, Syamsul Bahri dalam tausiahnya menyebut penghafal Al-Qur’an adalah Al-Qur’an berjalan. Ia berpesan, hafiz jangan hanya menghafal teks Al-Qur’an, tetapi harus bisa mengamalkan akhlak Al-Qur’an. “Jangan hanya hafal teks Al-Qur’an, tapi amalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Setelah masuk waktu salat Isya, Syamsul Bahri menutup tablig akbarnya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan salat Isya berjemaah. (man)
Editor: Manaf Rachman
















