“Kita patut berbangga dan mengapresiasi beliau yang saya yakin umur beliau hampir dua kali lipat umur saya, tapi beliau masih bersemangat. Semangat beliau akan menjadi spirit bagi kami,” terangnya.
Amran Mahmud menyampaikan terima kasih kepada BPIP dan seluruh pemateri atas penyelenggaran kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa pembumian pancasila dan upaya peningkatan kecintaan generasi muda kepada pancasila akan menjadi salah satu upaya untuk mencegah pengaruh buruk era disrupsi saat ini.
“Kita di Wajo juga memiliki kearifan lokal warisan leluhur yaitu 3S, Sipakatau (Saling Memanusiakan), Sipakalebbi (Saling Menghargai) dan Siapakainge (Saling Mengingatkan),” jelasnya.
Sebelumnya, Direktur Jaringan dan Pembudayaan Pancasila BPIP RI, Irene Camelyn Sinaga menyampaikan apresiasi dan antusias generasi muda Wajo mengikuti kegiatan roadshow pembumian pancasila yang telah dilaksanakan sebelumnya di beberapa sekolah dan tempat lainnya di Kabupaten Wajo.
“Tidak benar kalau generasi millenial itu tidak kenal pancasila. Buktinya tadi semua antusias mengikuti rangkaian kegiata, bahkan sampai malam ini. Semoga ke depan akan lahir Presiden dan Wakil Presiden dari Kabupaten Wajo,” ucapnya.
Ia juga mengakui bahwa kearifan lokal Wajo 3S, Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge adalah nilai pancasila yang harus ditanamkan bersama dalam kehidupan. “Kita berharap Wajo ini bisa menjadi contoh pembumian pancasila di Indonesia. Selamat Hari Jadi Wajo ke-623,” tutupnya. (Far)
Editor: Manaf Rachman
















