Sandra menambahkan saat ini di Indonesia, prevalensi ibu hamil yang menderita kurang energi kronis (KEK) dan anemia tinggi. Setelah bersalin, tidak ada waktu lagi bagi ibu untuk memperbaiki status gizinya kecuali dengan mengonsumsi makanan bergizi saat menyusui.
Dibutuhkan pendekatan tambahan pada fase menyusui agar program tersebut lebih komprehensif. Sandra juga menyarankan agar Pemerintah memberikan subsidi untuk memudahkan akses masyarakat terhadap makanan yang mengandung protein hewani.
“Saya juga menyarankan agar pemerintah mensubsidi protein hewani, termasuk di dalamnya susu buat anak-anak. Protein hewani berbentuk susu ini sangat penting bagi pertumbuhan anak,” ungkap Sandra.(*)
















