“Pokoknya setiap hari kita menyiapkan aneka macam tajuk seperti gorengan, campur-campur, ada jalangkote, samosa, bakwan, ada juga risoles. Kalau harganya menyesuaikan kondisi sekarang. Untuk empat biji gorengan dijual seharga lima ribu rupiah,” papar Ririn.
Hal serupa diungkapkan pedagang takjil lainnya Hj Hasna . Diakuinya kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng tidak begitu berpengaruh pada penjualan gorengan dan menu berbuka puasa lainnya di pasar takjil.
“Dibilang berpengaruh tidak juga. Karena kenapa, rata-rata pengunjung yang mampir ke sini, belinya gorengan. Makanya, gorengan itu merupakan jajanan yang wajib kita jual,” pungkas Hj Hasna.
Sementara itu, salah seorang pengunjung Hj Harisah mengaku senang berburu takjil di Jl Andi Tinri karena ada banyak pilihan menu. Harga yang ditawarkan juga harga yang murah.
“Di sini ada banyak pilihan makanan dan jajanan untuk berbuka puasa, harganya juga murah meriah, makanya setiap bulan Ramadan saya lebih memilih berkunjung ke pasar takjil ini,” kata Harisah. (man)
Editor: Manaf Rachman
















