Home / Artikel

Kamis, 23 Juni 2022 - 08:06 WIB

Perlunya Puasa Arafah di Laksanakan Sehari Sebelum Wukuf

Puasa Arafah

Puasa Arafah

Salah satunya yang disebut dalam hadits sebagai puasa yang dapat menghapuskan dosa setahun lalu,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Apakah Puasa Arafah tidak berlaku bagi Jemaah Haji Kesunnahan puasa Arafah ini berlaku bagi muslim yang tidak melaksanakan haji. Menurut perawi hadits Tirmidzi, justru kesunnahan bagi yang tengah menunaikan haji adalah tidak berpuasa Arafah.

“Ahlul ilmi berkata, puasa pada hari Arafah kecuali di Arafah. Maksudnya, puasa Arafah dilakukan kecuali bagi yang wukuf di Arafah. Makruh menurut jumhur melakukan puasa Arafah di tanah Arafah,” jelas Tirmidzi yang diterjemahkan Hasan Ayyub dalam Fikih Ibadah.

Baca Juga:  Media dan Sumber Informasi

Pernyataan tersebut didasarkan dari cerita Ibnu Umar ketika ditanya soal pengamalan puasa Arafah di bukit Arafah oleh Rasulullah SAW dan para sahabat. Berikut bunyi hadits yang dishahihkan oleh Syekh Al Bani dalam Shahih At Tirmidzi,

“Ibnu Umar ditanya tentang puasa Arafah ketika berada di bukit Arafah. Dia menjawab, ‘Aku pernah melaksanakan haju bersama Nabi Muhammad SAW dan dia tidak puasa di Arafah, aku juga pernah haji bersama Abu Bakar, beliau juga tidak puasa Arafah. Pernah juga bersama Umar dan dia tidak berpuasa, demikian halnya bersama Utsman, beliau juga tidak berpuasa. Aku sendiri tidak berpuasa dan tidak menyuruh orang lain untuk berpuasa, dan tidak juga melarangnya.'” (HR Tirmidzi).

Dalam hadits lain pun dijelaskan, Rasulullah SAW menerima semangkuk susu dari Ummul Fadhl saat hari Arafah. Berikut haditsnya,

Baca Juga:  Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ

Artinya: “Dari Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya pada hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tidak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkuk susu kepada beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR Bukhari).

Untuk itu, pelaksanaan puasa Arafah 2022 dilaksanakan baru akan terjawab setelah Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan hasil sidang isbat pada 29 Juni 2022 mendatang. Jadi, jangan sampai terlewat ya. ( berbagi sumber)

Share :

Baca Juga

Artikel

Dua Satkamling Di Soppeng Disambangi Tim Dit Binmas Polda Sulsel

Advertorial

Dishub Makassar Hadiri FGD Ketiga Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kota Sehat

Artikel

Refleksi Sumpah Pemuda: Musmuliadi Ingatkan Pemerintah Wajo Soal Janji Program Muda Milenial Maradeka

Artikel

Cahaya dari Timur: Refleksi Hari Santri dan Warisan Keilmuan As’adiyah

Artikel

Musmuliadi: Melecehkan Pesantren Sama Saja Merendahkan Akar Moral Bangsa

Artikel

PPENTINGNYÀ PERAN dan FUNGSI MEDIA

Advertorial

Menyulam Harapan di Bumi Lamadukkelleng: Jejak 100 Hari Pemerintahan Andi Rosman–Baso Rakhmanuddin

Artikel

Pendidikan dan Peran Perempuan Diera Globalisi