Sebagai penyemangat, Amran memberikan hadiah khusus kepada para hafidz yang mampu menyelesaikan hafalannya hanya lebih dari satu tahun. Ia berharap, bisa dicontoh bagi para santri yang masih menghafal.
Sementara, Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pondok Pesantren As’adiyah, AG. Dr. H. Muhyiddin Tahir, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pembina pondok pesantren As’adiyah di Masjid Jami’ Sengkang yang telah berhasil mewisuda hafidz-hafidzah. Menurutnya, membina anak-anak itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Diperlukan usaha yang keras dan keikhlasan.
“Keberhasilan Majelis Quraa Wal Huffadz juga adalah keberhasilan PP Pondok Pesantren As’adiyah,” jelasnya.
Ketua Majelis Quraa Wal Huffadz As’adiyah Masjid Jami’ Sengkang, Muhammadong mengurai, di wisuda kali ini, ada 50 orang hafidz-hafidzah. Terdiri dari 46 orang hafidz dan 4 orang hafidzah.
Ia juga menuturkan bahwa saat ini Pesantrenn As’adiyah Masjid Jami’ banyak diminati, sehingga bekerjasama dengan beberapa masjid di Kabupaten Wajo, khususnya yang berada di wilayah Sengkang.
“Dari 7 kerjasama dengan masjid atau cabang, Alhamdulillah sudah ada sekitar 500 orang hafidz dan hafidzah dari ponpes As’adiyah Masjid Jami’ Sengkang,” sebutnya.
Berdasarkan pantauan, wisuda ini dihadiri Ketua MUI Kabupaten Wajo sekaligus Rektor IAI As’adiyah Sengkang, AG. Dr. Muhammad Yunus Pasanreseng Andi Padi, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Muhammad Yunus, AG KH. Syuaeb Nawang, Ketua Tanfidziah PW NU Sulsel, AG KH. Hamzah Harun Al Rasyid, Pimpinan Pondok Pesantren Zam-zam, Lukman Syamsuddin, Jajaran PP Pondok Pesantren As’adiyah, orang tua santri dan tamu undangan lainnya.(Saf)
Editor: Manaf Rachman
















