Di kesempatan terpisah, pengelola Museum Rasulullah, Tjoe Yudhis Gatri, mengatakan Museum Rasulullah ditutup karena terus merugi. Apalagi sejak adanya pandemi COVID-19 yang mengakibatkan jumlah kunjungan menurun drastis.
“Dengan berat hati kami tutup. Kami tidak ingin merugi terus-terusan, sejak pemberlakuan PPKM saat pandemi COVID- 19, sudah mau saya tutup, tidak mampu kalau tidak ada bantuan dari pihak lain, tidak bisa sendirian mengelola Museum Rasulullah ini,” kata Yudhis.
Yudis mengaku secepatnya akan memberikan informasi secara tertulis kepada Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kota Probolinggo.
Yudis menambahkan barang peninggalan Nabi Muhammad dan sahabat atau artefak sudah berada di Jakarta. Puluhan artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat tersebut akan diserahkan ke pemiliknya. Yakni, Profesor Abdul Manan Embong, dari GW (Galeri Warisan) MAR, Malaysia. Namun oleh pihak pemilik dipasrahkan ke orang kepercayaannya yang ada di Indonesia.
“Barang-barangnya sudah kami bawa ke Jakarta, perjanjian kerjasama, jadi kami kembalikan ke pemiliknya. Yakni warga negara Malaysia. Namun oleh pemilik dipasrahkan secara tertulis ke orang Indonesia, jadi saya sudah lepas tanggung jawab barang peninggalan Nabi Muhamad SAW,” ujar Yudis.(m.rafiq)
Editor: Manaf Rachman
















