Home / Nasional

Minggu, 25 September 2022 - 13:10 WIB

Solo dan Bali yang Pertama Jadi Konversi Kompor Gas Listrik

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program konversi ke kompor listrik tidak diterapkan tahun 2022 (dok.Sekretariat Presiden)

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan program konversi ke kompor listrik tidak diterapkan tahun 2022 (dok.Sekretariat Presiden)

MEDIASINERGI.CO JAKARTA — Wancana Konversi Kompor Listrik, dari Klaim Hemat hingga Munculnya Kekhawatiran Warga

Wacana mengenai penggunaan kompor listrik di masyarakat menggantikan kompor gas elpiji tengah menjadi perhatian masyarakat belakangan ini.

Sebagaimana diketahui pemerintah tengah melakukan uji coba konversi kompor elpiji ke kompor listrik di sejumlah wilayah.

Wacana pengalihan kompor LPG ke listrik ini menuai berbagai respons di tengah masyarakat.

Banyak yang tidak setuju dengan wacana tersebut karena kompor listrik dinilai akan lebih boros.

Baru-baru ini, Anggota DPR RI sekaligus penyanyi Mulan Jameela juga menjadi sorotan usai mengkritisi bahwa penggunaan kompor listrik hanya akan menambah masalah baru.

Di antaranya, karena kompor listrik membutuhkan peralatan masak yang berbeda dengan kompor gas dan kurang sesuai untuk masakan Indonesia.

Berikut ini, berbagai hal seputar wacana kompor listrik yang dirangkum

1. Diklaim bisa lebih hemat

Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo mengeklaim, program konversi kompor elpiji ke listrik membuat masyarakat bisa hemat hingga Rp 8.000 per kilogram elpiji.

“Jadi dari per kilogram gas elpiji yang dikonversi ke kompor listrik, terdapat penghematan biaya sekitar Rp 8.000 per kilogram gas elpiji,” kata Darmawan dikutip dari Kompas.com.

Baca Juga:  Dua Akun Mengecek Hasil Seleksi Adminstrasi CPNS 2024

Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Darmawan mengatakan, dengan penggunaan kompor induksi, masyarakat bisa menghemat 10-15 persen jika dibandingkan memakai kompor elpiji.

2. Disebut bisa hemat APBN
Darnawan menekankan, program konversi kompor listrik terbukti bisa menghemat APBN hingga Rp 330 miliar per tahun.

Jika konversi dilakukan pada 5 juta kelompok penerima manfaat (KPM), maka akan menghemat APBN sebesar RP. 5,5 triliun, dan 15,3 juta KPM akan menghemat Rp 16,8 triliun per tahun.

Ia berharap cara ini pada akhirnya bisa mengubah cara penggunaan energi yang selama ini tergantung pada impor.

“Tentu saja dengan adanya potensi penghematan ini diharapkan dapat mengubah dari yang tadinya menggunakan energi impor menjadi energi domestik. Selain itu, juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi yang murah sehingga terjangkau semua kalangan,” katanya lagi.

Darmawan juga mengatakan bahwa program konversi ke kompor listrik penggunaan listriknya memakai jalur khusus yang berbeda dengan daya listrik yang terpasang oleh pengguna.

Darnawan menekankan, program konversi kompor listrik terbukti bisa menghemat APBN hingga Rp 330 miliar per tahun.

Baca Juga:  17 Dokter Indonesia Gugur Selama Pandemi Virus Corona, Ini Daftarnya

Jika konversi dilakukan pada 5 juta kelompok penerima manfaat (KPM), maka akan menghemat APBN sebesar rP 5,5 triliun, dan 15,3 juta KPM akan menghemat Rp 16,8 triliun per tahun.

Ia berharap cara ini pada akhirnya bisa mengubah cara penggunaan energi yang selama ini tergantung pada impor.

“Tentu saja dengan adanya potensi penghematan ini diharapkan dapat mengubah dari yang tadinya menggunakan energi impor menjadi energi domestik. Selain itu, juga diharapkan dapat mengubah energi yang mahal menjadi energi yang murah sehingga terjangkau semua kalangan,” katanya lagi.

Darmawan juga mengatakan bahwa program konversi ke kompor listrik penggunaan listriknya memakai jalur khusus yang berbeda dengan daya listrik yang terpasang oleh pengguna.

Sehingga menurutnya program ini tidak akan membebani masyarakat.

“Untuk aplikasi kompor induksi ini memang ada miss interpretasi di luar. Seakan kami meningkatkan daya dan tarif listrik pelanggan kami yang 450 VA. Untuk kompor induksi, kami menggunakan MCB jalur khusus, yang artinya tidak tersambung dengan pola konsumsi listrik menggunakan struktur daya terpasang maupun golongan tarif lama,” kata dia.

Share :

Baca Juga

Nasional

Gema Paskah Nasional 2026, Saat Puluhan Ribu Umat dan Tokoh Bangsa Bersatu di Manado

Nasional

Presiden RI Prabowo Subianto Beri Penghormatan Terakhir Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL

Nasional

Menlu Sugiono Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya Prajurit UNIFIL di Lebanon

Jakarta

PWI: Kemerdekaan PERS Bagian dari HAM

Nasional

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Nasional

Zugito Serahkan Hasil Konkernas PWI 2026 ke Ketua Umum Akhmad Munir

Nasional

Sanlat yang Beda: Menaker Bekali Pramuka agar Siap Kerja di Era AI

Nasional

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch Diperpanjang 24 Maret 2026