Maka, untuk memahami warna yang muncul di pembuluh darah kita, maka perlu dipahami juga apa yang terjadi pada panjang gelombang cahaya yang berbeda saat mengenai kulit. Juga seberapa jauh bisa melakukan perjalanan melalui kulit kita dan apa yang terjadi saat sampai ke pembuluh darah.
Cahaya yang menyentuh kulit pada siang hari pada dasarnya berwarna putih. Cahaya putih itu adalah campuran semua panjang gelombang yang terlihat.
Untuk mengerti mengapa pembuluh darah kita bisa terlihat biru, maka cukup melihat ujung spektrum merah dan biru saja. Cahaya merah punya panjang gelombang yang panjang, sehingga kecil kemungkinan untuk dibelokkan oleh material.
Cahaya merah juga bisa dengan mudah untuk lewat. Dia bisa merambat dengan baik melalui kulit ataupun jaringan tubuh dan mencapai sampai 5-10 milimeter di bawah kulit di mana ada banyak pembuluh darah di sana.
Pada saat sampai ke pembuluh darah, cahaya merah diserap hemoglobin. Fenomena ini umumnya dimanfaatkan oleh petugas medis dalam menemukan pembuluh darah
Sementara, cahaya biru punya panjang gelombang yang pendek, sekitar 475 nanometer dan tersebar atau dibelokkan jauh lebih mudah ketimbang cahaya merah. Dan karena mudah tersebar ini, maka tidak terlalu meresap ke dalam kulit. Saat cahaya biru terkena kulit, sebagian besar dibelokkan kembali.
Warna pembuluh darah yang terlihat oleh kita juga bisa bervariasi, bergantung seberapa dalam dan tebal vena. Vena yang sangat sempit dekat dengan permukaan tidak akan terlihat biru. Vena berwarna biru cenderung terlihat pada orang yang punya kulit sangat pucat.(novi aisya)
















