AKM digunakan untuk mengukur kemampuan literasi membaca dan literasi matematika siswa. AKM berperan untuk mengevaluasi prestasi dan hasil belajar siswa berdasarkan kualitas pembelajaran di sekolah.
Soal SNBT dan AKM
SNBT menguji lewat tes skolastik. Tes ini terbagi dalam empat sub tes, yaitu tes Potensi Kognitif, Penalaran Matematika, Literasi Bahasa Indonesia, dan Literasi Bahasa Inggris.
Keempat sub tes SNBT dibuat untuk menguji kemampuan berpikir, bernalar, serta pemecahan masalah. Soal-soal SNBT nantinya akan dirumuskan oleh Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP atau BP3). Badan ini juga merupakan badan yang juga merumuskan soal-soal AKM.
Sementara itu, soal AKM dirancang untuk menguji pola pikir dan daya nalar yang benar pada siswa. Yang diukur antara lain seberapa jauh siswa memahami informasi dalam soal, serta bagaimana informasi tersebut diinterpretasikan dan digunakan dalam mencari pemecahan masalah tersebut.
Ada dua sub tes di AKM, yaitu AKM Literasi dan Numerasi. Soal-soal AKM diujikan lewat tiga parameter, yaitu konten, konteks, dan potensi kognitif.
Nah, sudah tahu perbedaan SNBT dan AKM di ANBK ya, detikers? Semangat mempersiapkan diri menghadapi SNBT.(trisna ulangdari)











